
Invalid Date
Dilihat 232 kali

Sebanyak 52 hari bukanlah waktu yang singkat untuk tinggal, berbaur, belajar, dan mengabdi di tengah masyarakat. Itulah kisah yang terbingkai dalam after movie KKN 115 UNHAS bersama UPTD PPA Kabupaten Bantaeng yang merekam jejak pengabdian mahasiswa di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Tayangan tersebut bukan sekadar rangkaian gambar dan video, melainkan potret perjalanan pengabdian yang sarat makna, kolaborasi, dan cinta terhadap masyarakat.
KKN 115 dari Universitas Hasanuddin hadir di Kelurahan Lembang dengan membawa semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Selama hampir dua bulan, para mahasiswa tinggal bersama warga, merasakan dinamika kehidupan sehari-hari, dan terlibat langsung dalam berbagai program sosial, edukasi, serta pendampingan. Kehadiran mereka bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Lembang.
Kolaborasi dengan UPTD PPA Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program. UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan, edukasi, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak. Dalam after movie tersebut, terlihat jelas bagaimana mahasiswa KKN turut mendukung program-program sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, edukasi hak-hak anak, serta kampanye pentingnya lingkungan yang aman dan ramah keluarga.
Berlokasi di Kelurahan Lembang, mahasiswa KKN 115 membaur dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka terlibat dalam kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah, diskusi kelompok bersama ibu-ibu PKK, hingga forum dialog bersama tokoh masyarakat. Setiap momen direkam dalam after movie dengan nuansa emosional yang kuat—senyum anak-anak, diskusi hangat di balai pertemuan, hingga kegiatan lapangan yang penuh semangat gotong royong.
Selama 52 hari di wilayah Bantaeng, para mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukan hanya soal memberikan, tetapi juga menerima. Mereka menerima pelajaran tentang nilai kekeluargaan, kesederhanaan, serta kearifan lokal yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Interaksi sehari-hari bersama warga membentuk ikatan emosional yang tak tergantikan. Dalam setiap adegan after movie, terasa jelas bahwa hubungan yang terjalin bukanlah hubungan formal semata, melainkan persaudaraan.
Program kerja yang dijalankan selama KKN pun cukup beragam. Selain fokus pada isu perlindungan perempuan dan anak, mahasiswa juga membantu kegiatan administrasi, pendataan, edukasi literasi digital, hingga pendampingan anak-anak dalam kegiatan belajar. Beberapa kegiatan kreatif seperti lomba edukatif, kelas motivasi, serta kampanye anti perundungan menjadi bagian penting dari rangkaian pengabdian. Semua itu terangkum dalam dokumentasi visual yang menyentuh hati.
After movie tersebut memperlihatkan transformasi, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Di awal kedatangan, tampak wajah-wajah canggung dan penuh harap. Seiring berjalannya waktu, kebersamaan tumbuh menjadi kedekatan. Momen kebersamaan saat kerja bakti, kunjungan rumah ke rumah, hingga diskusi santai di sore hari menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa benar-benar diterima dan dirasakan manfaatnya.
Tak kalah mengharukan adalah momen perpisahan yang juga terekam dalam video. Tangis haru, pelukan hangat, serta ucapan terima kasih dari warga menjadi penutup perjalanan 52 hari yang penuh cerita. Perpisahan tersebut bukan akhir dari hubungan, melainkan awal dari kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan.
Kehadiran KKN 115 UNHAS bersama UPTD PPA Kabupaten Bantaeng juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Edukasi yang diberikan selama 52 hari diharapkan menjadi bekal jangka panjang bagi warga Kelurahan Lembang. After movie tersebut menjadi bukti visual bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat berjalan harmonis dan efektif.
Lebih dari sekadar dokumentasi, after movie ini juga menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa berikutnya. Ia menunjukkan bahwa pengabdian yang dilakukan dengan hati akan meninggalkan jejak yang dalam. Setiap adegan dalam video seakan mengingatkan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus membawa solusi, empati, dan semangat perubahan.
Kelurahan Lembang pun menjadi saksi bagaimana semangat muda bertemu dengan pengalaman dan kebijaksanaan masyarakat lokal. Sinergi tersebut menciptakan energi positif yang terasa dalam setiap kegiatan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di bangku kuliah, tetapi mengaplikasikannya secara nyata di lapangan, berhadapan langsung dengan dinamika sosial yang sesungguhnya.
After movie KKN 115 UNHAS – UPTD PPA Kabupaten Bantaeng akhirnya menjadi narasi visual tentang arti kebersamaan, pengabdian, dan harapan. Lima puluh dua hari mungkin terasa singkat dalam hitungan waktu, tetapi dampaknya dapat bertahan jauh lebih lama. Hubungan emosional yang terbangun, pengetahuan yang dibagikan, serta kesadaran yang ditumbuhkan akan terus hidup di tengah masyarakat.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung perjalanan penuh makna tersebut, video after movie dapat dilihat melalui tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=DZW57SjNaYI
Di balik setiap potongan gambar dan alunan musik latar, tersimpan cerita tentang dedikasi, tawa, kerja keras, dan air mata. Cerita tentang mahasiswa yang datang dengan mimpi dan pulang dengan pengalaman hidup yang tak ternilai. Cerita tentang masyarakat yang menerima dengan tangan terbuka dan memberi pelajaran tentang makna kebersamaan.
Pada akhirnya, after movie ini bukan hanya dokumentasi kegiatan KKN, melainkan simbol bahwa ketika ilmu, empati, dan kolaborasi bertemu, maka perubahan kecil sekalipun dapat menjadi langkah besar menuju masa depan yang lebih baik. 52 hari di Kelurahan Lembang telah menjadi bab penting dalam perjalanan KKN 115 UNHAS bersama UPTD PPA Kabupaten Bantaeng—sebuah kisah pengabdian yang akan selalu dikenang dan dibanggakan.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini