
Invalid Date
Dilihat 217 kali

Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama berbagai unsur pemerintah dan lembaga keuangan syariah terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji secara matang melalui kegiatan bertajuk “Bantaeng Bangkit Berhaji – Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah” yang dilaksanakan pada Selasa pagi, 10 Maret 2026, bertempat di Balai Kartini Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mengajak masyarakat untuk merencanakan ibadah haji sejak dini. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan instansi terkait, di antaranya Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin, M.Ikom, perwakilan Kantor Kementerian Agama, perwakilan Kejaksaan Negeri (Kajari), perwakilan Polres Bantaeng, perwakilan Kodim/Dandim, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta perwakilan Pengadilan.
Turut hadir pula para Kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, para camat, lurah, serta tamu undangan lainnya. Di antara yang hadir adalah Camat Bantaeng Andi Andrie Pawiloi, S.A.N, serta para lurah di wilayah Kecamatan Bantaeng, yaitu Lurah Lembang Dedy Anshari, R, S.Kom., M.M, Lurah Tappanjeng, dan Lurah Pallantikang.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapan finansial dalam melaksanakan ibadah haji. Program tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keuangan berbasis syariah.
Dalam sambutannya, Sukma Dwie Priardi selaku RCCEO ROX Makassar Wilayah Indonesia Timur menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng ini merupakan kegiatan ketiga yang dilakukan oleh timnya setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Sinjai.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa niat untuk berhaji perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji, namun terkendala oleh faktor kesiapan finansial.
Dalam kesempatan tersebut, Sukma juga membagikan kisah inspiratif yang terjadi pada 4 Februari 2026 di Kantor Cabang BSI Tuban. Saat itu hadir seorang calon jamaah haji bernama Moh. Nasaruddin bersama istrinya yang membawa 13 kaleng biskuit Kong Guan. Kaleng tersebut berisi koin Rp1.000 yang mereka kumpulkan selama 11 tahun 35 hari dengan penuh kesabaran dan komitmen.
Dari kebiasaan menabung tersebut, pasangan tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp67 juta yang akhirnya cukup untuk mendaftarkan diri mendapatkan porsi haji. Kisah tersebut menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan tekad dan konsistensi, impian untuk berangkat ke Tanah Suci bukanlah sesuatu yang mustahil.
Lebih lanjut, Sukma mengungkapkan data yang cukup memprihatinkan terkait kesiapan calon jamaah haji. Dari sekitar 2003 jamaah yang dijadwalkan berangkat, terdapat sekitar 1450 calon jamaah yang akhirnya tidak dapat berangkat sesuai jadwal. Hampir 90 persen dari penundaan tersebut disebabkan oleh ketidaksiapan finansial.
Hal ini menunjukkan bahwa niat baik saja tidak cukup untuk mewujudkan ibadah haji. Diperlukan perencanaan yang baik serta pengelolaan keuangan yang terstruktur agar calon jamaah dapat mempersiapkan diri secara optimal.
Melalui program ini, BSI bersama berbagai mitra menghadirkan konsep pendampingan yang disebut “sahabat spiritual”, yaitu pendekatan yang tidak hanya membantu masyarakat dalam aspek finansial tetapi juga memberikan penguatan dari sisi spiritual. Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pihak untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang kuat di tengah masyarakat.
Dalam program ini juga disampaikan bahwa perencanaan haji dapat dimulai sejak usia dini. Bahkan anak-anak yang berusia 12 tahun sudah dapat didaftarkan untuk mendapatkan porsi haji, sehingga ketika masa tunggu selesai, mereka telah siap secara finansial dan administratif untuk menunaikan ibadah tersebut.
Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin, M.Ikom menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang sangat positif karena tidak hanya membahas tentang ibadah, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.
Menurutnya, Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat untuk mempersiapkan dana haji. Sebagai salah satu bank yang dipercaya dalam pengelolaan dana haji di Indonesia, BSI tidak hanya berperan sebagai pengelola tabungan haji tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini juga menyampaikan bahwa kebiasaan menabung untuk haji sebaiknya dimulai sejak dini, bahkan sejak anak-anak masih kecil. Selain tabungan haji, BSI juga menghadirkan berbagai produk keuangan syariah lainnya seperti tabungan emas yang dapat menjadi salah satu alternatif investasi bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan BSI telah berjalan dengan baik selama dua tahun terakhir. Banyak kegiatan pemerintah daerah yang mendapatkan dukungan dari BSI, termasuk dalam pelaksanaan Festival Ramadhan Bangkit yang kini memasuki tahun kedua penyelenggaraannya.
Dalam kegiatan tersebut, BSI turut memberikan dukungan dengan menyediakan tenant atau lapak berjualan secara gratis bagi para pelaku UMKM. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat perekonomian lokal selama bulan Ramadhan.
Bupati Bantaeng juga mengajak seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari BSI agar dapat menyasar berbagai sektor produktif di Kabupaten Bantaeng, seperti sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan sangat penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ahmad Rafiq, S.Pd., S.H sebagai penceramah yang memberikan tausiyah kepada para peserta. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju Baitullah bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesungguhan, kesabaran, serta kesiapan finansial. Oleh karena itu, setiap umat Islam dianjurkan untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini.
Suasana kegiatan di Balai Kartini berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta yang hadir tampak serius mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sesi sambutan, edukasi keuangan syariah, hingga ceramah keagamaan yang memberikan motivasi spiritual bagi para peserta.
Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah serta perwakilan instansi seperti Kejaksaan, Kepolisian, TNI, Badan Pertanahan, dan Pengadilan menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program edukasi ini.
Melalui kegiatan “Bantaeng Bangkit Berhaji – Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah”, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk merencanakan ibadah haji secara lebih matang dan terarah. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, serta seluruh elemen masyarakat, impian untuk menunaikan ibadah haji dapat menjadi kenyataan bagi lebih banyak umat di Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa langkah menuju Baitullah dapat dimulai dari langkah kecil hari ini, melalui niat yang tulus, perencanaan yang baik, serta komitmen untuk terus menabung demi mewujudkan panggilan suci ke Tanah Haram.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini