
Invalid Date
Dilihat 214 kali

Suasana duka yang menyelimuti Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, masih terasa hingga prosesi pengantaran jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir. Setelah doa dan penghormatan terakhir dilaksanakan di rumah duka, iring-iringan kendaraan pengantar jenazah bergerak perlahan menuju TPU Tamalangnge. Di tengah suasana haru tersebut, tampak dua sosok aparat kewilayahan yang sigap menjalankan tugasnya demi kelancaran dan keamanan bersama.
Babinsa Kelurahan Lembang, Mursalim, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lembang, Suhardi Hamid, terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas di poros jalan raya yang dilalui iring-iringan jenazah. Dengan penuh tanggung jawab dan ketegasan yang humanis, keduanya memastikan kendaraan yang melintas tetap tertib, sekaligus memberi ruang bagi rombongan pengantar jenazah agar dapat melintas dengan lancar dan aman.
Jalan poros yang menjadi akses utama masyarakat memang dikenal cukup padat, terutama pada jam-jam tertentu. Kehadiran aparat di tengah-tengah jalan dengan seragam lengkap, memberikan aba-aba kepada pengendara roda dua maupun roda empat, menjadi pemandangan yang menunjukkan kepedulian negara terhadap warganya, bahkan dalam suasana duka sekalipun. Mereka tidak sekadar berdiri, tetapi aktif mengatur, menghentikan kendaraan sejenak, lalu memberi isyarat agar rombongan jenazah dapat melintas tanpa hambatan.
Di bawah terik matahari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Sesekali terdengar peluit dibunyikan, tangan terangkat memberi tanda berhenti, lalu kembali melambai mempersilakan kendaraan berjalan setelah iring-iringan lewat. Warga yang menyaksikan pun memberikan apresiasi atas kesigapan tersebut. Banyak yang merasa terbantu karena arus kendaraan tetap terkendali dan tidak terjadi kemacetan panjang.
Prosesi pemakaman sendiri berlangsung khidmat di TPU Tamalangnge. Keluarga dan kerabat mengiringi dengan doa dan air mata. Namun di sisi lain, kelancaran jalannya prosesi tidak lepas dari peran aparat yang memastikan semua berjalan tertib sejak dari rumah duka hingga ke lokasi pemakaman. Peran ini sering kali luput dari sorotan, padahal sangat vital demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lapangan mencerminkan sinergitas TNI dan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya hadir dalam kegiatan formal atau agenda besar, tetapi juga dalam momen-momen kemanusiaan seperti pengantaran jenazah. Tugas mereka bukan semata menjaga keamanan, tetapi juga memastikan nilai-nilai empati dan kepedulian tetap terjaga.
Beberapa pengendara yang melintas tampak dengan sadar menepi dan menghentikan kendaraan, menghormati iring-iringan jenazah yang lewat. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati prosesi pemakaman juga cukup tinggi. Namun tetap saja, pengaturan dari aparat sangat diperlukan agar arus lalu lintas tidak semrawut dan potensi kecelakaan dapat dihindari.
Di tengah duka yang dirasakan keluarga, ketenangan dan kelancaran perjalanan menuju pemakaman tentu menjadi hal yang sangat berarti. Bayangkan jika iring-iringan terhambat kemacetan atau terjadi kekacauan lalu lintas, tentu akan menambah beban psikologis keluarga. Karena itu, langkah cepat Babinsa dan Bhabinkamtibmas patut diapresiasi sebagai bagian dari pelayanan publik yang nyata.
Setibanya di TPU Tamalangnge, proses pemakaman dilaksanakan sesuai syariat dan adat setempat. Doa-doa dipanjatkan, tanah perlahan menutup liang lahat, dan suasana hening menyelimuti area pemakaman. Di kejauhan, aparat masih memastikan kendaraan yang keluar masuk area pemakaman tetap teratur, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa tugas aparat kewilayahan sangatlah kompleks. Mereka bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga pengayom, pelindung, sekaligus pelayan masyarakat dalam berbagai situasi. Dari kegiatan sosial, pengamanan acara, hingga momen duka seperti ini, kehadiran mereka selalu menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Sinergi antara aparat dan masyarakat pun terlihat harmonis. Warga yang melihat langsung upaya pengaturan lalu lintas tersebut merasa bangga dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Tidak sedikit yang mengungkapkan terima kasih secara langsung atas bantuan yang diberikan selama prosesi berlangsung.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa nilai kebersamaan di Kelurahan Lembang masih sangat kuat. Pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat berjalan seiring dalam setiap situasi. Baik dalam suka maupun duka, semua elemen hadir dan saling mendukung.
Apa yang dilakukan oleh Sertu Mursalim dan Aipda Suhardi Hamid bukanlah hal besar yang penuh sorotan kamera, tetapi tindakan sederhana yang sarat makna. Mengatur lalu lintas agar iring-iringan jenazah berjalan lancar adalah bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Semoga semangat pengabdian dan kepedulian seperti ini terus terjaga di tengah masyarakat. Karena sejatinya, pelayanan terbaik bukan hanya tentang program besar, melainkan tentang kehadiran nyata saat masyarakat membutuhkan. Dan di hari itu, di jalan poros Kelurahan Lembang hingga ke TPU Tamalangnge, pengabdian itu terlihat jelas dan terasa hangat di tengah suasana duka.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini