
Invalid Date
Dilihat 271 kali

Pada hari yang sama, Selasa, 24 Maret 2026, suasana duka kembali menyelimuti wilayah Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Setelah sebelumnya kabar kehilangan datang dari wilayah lain, kini duka kembali hadir dari RW.02 Sungai Bialo II, tepatnya di kawasan perbatasan antara Kelurahan Lembang dan Kelurahan Letta, yang berlokasi di belakang Polres Bantaeng. Salah satu warga setempat, almarhumah Ernawati binti Abd. Wahab, telah berpulang, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kabar berpulangnya almarhumah dengan cepat menyebar dari satu rumah ke rumah lainnya. Warga yang mendengar kabar tersebut segera bergegas menuju rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Suasana haru pun tak terelakkan, menyelimuti lingkungan yang selama ini dikenal dengan kebersamaan dan keakraban warganya.

Lokasi rumah duka yang berada di wilayah perbatasan antara dua kelurahan menjadikan kehadiran warga tidak hanya datang dari Kelurahan Lembang, tetapi juga dari Kelurahan Letta. Hal ini mencerminkan bahwa rasa persaudaraan di antara masyarakat tidak dibatasi oleh garis administratif, melainkan terjalin erat melalui hubungan sosial yang telah terbina sejak lama.
Di tengah suasana duka tersebut, tampak Ketua RW.02 Sungai Bialo Kelurahan Lembang, Syamsir Ahmad, dengan sigap mengambil peran penting dalam mempersiapkan segala kebutuhan di rumah duka. Sejak awal menerima kabar, beliau langsung turun tangan mengoordinasikan warga untuk memastikan seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan tertib.
Syamsir Ahmad terlihat aktif mengatur penyiapan kursi bagi para pelayat yang terus berdatangan, serta memastikan tersedianya tempat pemandian jenazah yang layak dan sesuai kebutuhan. Dengan penuh tanggung jawab, beliau bekerja sama dengan warga lainnya untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pemulasaraan.
Kegiatan gotong royong pun langsung terlihat. Para warga laki-laki membantu mengangkat dan menata kursi, mendirikan tenda sederhana, serta menyiapkan perlengkapan lainnya. Sementara itu, kaum ibu turut berperan dengan menyiapkan konsumsi untuk para pelayat, sebagai bentuk penghormatan sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga Sungai Bialo II dan sekitarnya menjadi pemandangan yang menyentuh. Dalam suasana duka, mereka saling menguatkan, membantu tanpa diminta, dan hadir dengan penuh keikhlasan. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan solidaritas masih sangat kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat setempat.
Almarhumah Ernawati binti Abd. Wahab dikenal sebagai sosok yang sederhana dan ramah dalam kesehariannya. Ia kerap berinteraksi dengan tetangga dan dikenal memiliki sikap yang baik. Kepergiannya tentu menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga bagi masyarakat yang telah mengenalnya selama ini.
Beberapa warga yang hadir tampak larut dalam kesedihan, mengenang kebersamaan mereka dengan almarhumah. Doa-doa terus dipanjatkan, dengan harapan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta diampuni segala dosa-dosanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RW.02 Syamsir Ahmad menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu warganya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhumah dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Ini adalah duka kita bersama. Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkapnya dengan penuh empati.
Kehadiran warga dari dua wilayah kelurahan yang berbeda menunjukkan bahwa dalam situasi duka, batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Semua hadir sebagai satu kesatuan masyarakat yang saling peduli dan saling membantu. Ini menjadi gambaran nyata dari kehidupan sosial yang harmonis dan penuh rasa persaudaraan.
Proses persiapan pemulasaraan jenazah berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama semua pihak. Warga yang telah berpengalaman dalam penanganan jenazah turut membantu, memastikan setiap tahapan dilakukan dengan baik dan penuh penghormatan. Suasana khidmat terasa sepanjang proses berlangsung, diiringi doa-doa yang terus mengalir.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara. Setiap pertemuan pasti akan berujung pada perpisahan. Oleh karena itu, penting untuk terus menjaga hubungan baik, mempererat silaturahmi, serta saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik kesedihan yang dirasakan, terdapat kekuatan besar yang muncul dari kebersamaan. Warga Sungai Bialo II dan sekitarnya menunjukkan bahwa dengan saling mendukung dan peduli, beban duka dapat terasa lebih ringan untuk dihadapi.
Hari itu menjadi hari yang penuh ujian bagi masyarakat Kelurahan Lembang, dengan datangnya kabar duka dari beberapa wilayah. Namun demikian, masyarakat mampu menunjukkan keteguhan dan solidaritas yang luar biasa dalam menghadapi situasi tersebut.
Semoga almarhumah Ernawati binti Abd. Wahab mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diterima segala amal ibadahnya, serta diampuni segala kesalahannya. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalani hari-hari ke depan.
Kebersamaan yang terjalin di perbatasan Lembang dan Letta pada hari itu menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial masih sangat hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai inilah yang diharapkan terus terjaga dan menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh rasa saling menghargai di masa yang akan datang.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini