Logo

Kelurahan Lembang

Kabupaten Bantaeng

Home

Portal Data Lembang

Inovasi Lembang

Biring kassi Online

Aplikasi Lembang

TP PKK Lembang

Facebook

GILA! Dari Limbah Jadi Rupiah—Ketua RW Biring Kassi Sulap Sisa Tegel Jadi Produk Unik Bernilai Jual Tinggi!

GILA! Dari Limbah Jadi Rupiah—Ketua RW Biring Kassi Sulap Sisa Tegel Jadi Produk Unik Bernilai Jual Tinggi!

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 300 kali

GILA! Dari Limbah Jadi Rupiah—Ketua RW Biring Kassi Sulap Sisa Tegel Jadi Produk Unik Bernilai Jual Tinggi!

Inovasi luar biasa kembali lahir dari Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Kali ini datang dari sosok Ketua RW Biring Kassi, Rusli, SE, yang berhasil mencuri perhatian masyarakat dengan terobosan kreatif dan bernilai ekonomi tinggi. Di tengah banyaknya limbah bangunan yang sering terabaikan, ia justru melihat peluang besar yang mampu disulap menjadi produk menarik dan layak jual.

Berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sisa-sisa tegel atau keramik bekas yang kerap terbuang begitu saja, Rusli mengambil langkah berani dengan mengumpulkan potongan-potongan tersebut. Alih-alih dianggap sebagai sampah, material ini justru diolah kembali menjadi sebuah karya unik berupa tegel baru dengan berbagai motif yang menarik dan bernilai estetika tinggi.

Dengan sentuhan kreativitas, potongan-potongan tegel yang berbeda warna dan bentuk itu disusun sedemikian rupa hingga membentuk satu kesatuan yang artistik. Hasilnya adalah tegel berukuran 50x50 cm dengan motif mozaik yang unik, tidak monoton, dan memiliki karakter tersendiri. Setiap tegel yang dihasilkan memiliki corak yang berbeda, sehingga memberikan kesan eksklusif bagi siapa saja yang menggunakannya.

Produk inovatif ini pun dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp18.000 per keping. Harga tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin mempercantik rumah tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Selain itu, penggunaan tegel daur ulang ini juga memberikan nilai tambah dari segi ramah lingkungan.

Menurut Rusli, ide ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan semata, tetapi juga sebagai upaya mengurangi limbah serta membuka peluang ekonomi baru di tengah masyarakat. Ia berharap inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang-barang yang dianggap tidak berguna.


Lebih dari sekadar produk, tegel hasil daur ulang ini juga membawa pesan penting tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola limbah dengan bijak. Di tengah isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, langkah sederhana seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu masyarakat.

Respons masyarakat pun sangat positif. Banyak warga yang mulai tertarik untuk menggunakan tegel unik ini sebagai pelengkap rumah mereka, baik untuk halaman, teras, maupun interior. Motifnya yang beragam justru menjadi daya tarik utama, memberikan kesan artistik dan berbeda dari tegel pada umumnya.

Tak hanya itu, inovasi ini juga berpotensi berkembang menjadi usaha yang lebih besar jika dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat. Dengan demikian, selain membantu mengurangi limbah, kegiatan ini juga dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.


Bagi masyarakat yang tertarik untuk memiliki tegel unik ini dan ingin mempercantik kediaman mereka, dapat langsung menghubungi Ketua RW Biring Kassi. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan produk kreatif, ramah lingkungan, dan tentunya dengan harga yang sangat bersahabat.

Apa yang dilakukan Rusli, SE membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Justru dari hal-hal sederhana, lahir ide-ide besar yang mampu membawa perubahan nyata. Dari sisa tegel menjadi karya bernilai—sebuah inspirasi nyata dari Kelurahan Lembang untuk Indonesia.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Kelurahan Lembang

Kecamatan Bantaeng

Kabupaten Bantaeng

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia