
Invalid Date
Dilihat 54 kali

Sore ini, Kelurahan Lembang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui program unggulan TOSIBALLA. Bertempat di wilayah Tamalangnge, Lembang, kegiatan kolaboratif antara Pemerintah Kelurahan Lembang dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 115 dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini berupa pembagian bibit cabai besar dalam polybag kepada masyarakat sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan wilayah.
Pelaksanaan kegiatan sore hari ini menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar, melainkan dapat dibangun dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Melalui pembagian bibit cabai besar, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan yang produktif. Cabai dipilih karena merupakan salah satu komoditas strategis yang hampir selalu dibutuhkan dalam konsumsi harian masyarakat serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Program TOSIBALLA yang diinisiasi oleh Kelurahan Lembang hadir sebagai inovasi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dengan menitikberatkan pada partisipasi aktif warga. Dalam kegiatan ini, TOSIBALLA tidak hanya menjadi simbol program, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang mengajak masyarakat untuk berperan langsung dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN 115 UNHAS semakin memperkuat pelaksanaan program, karena mahasiswa hadir membawa semangat edukasi, pendampingan, dan inovasi di tengah masyarakat.
Sejak sore hari, warga Tamalangnge tampak antusias menghadiri kegiatan ini. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan mencerminkan tingginya kepedulian terhadap upaya-upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama. Pembagian bibit cabai besar dalam polybag dilakukan secara tertib dan merata kepada peserta yang hadir, dengan harapan setiap keluarga dapat menanam dan merawat bibit tersebut di pekarangan rumah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pemerintah Kelurahan Lembang menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian pangan di tingkat kelurahan. Dengan kondisi ekonomi yang dinamis dan harga bahan pangan yang kerap mengalami fluktuasi, kemampuan masyarakat untuk memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri menjadi sangat penting. Menanam cabai di rumah bukan hanya membantu mengurangi pengeluaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian ketersediaan pangan bagi keluarga.
Mahasiswa KKN 115 UNHAS turut berperan aktif dalam memberikan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai cara penanaman dan perawatan bibit cabai dalam polybag. Edukasi ini mencakup pemilihan media tanam yang baik, teknik penyiraman yang tepat, serta cara sederhana menjaga tanaman dari hama dan penyakit. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh langsung, sehingga masyarakat dapat dengan cepat mempraktikkannya di rumah.
Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat berlangsung hangat dan komunikatif. Warga tidak segan untuk bertanya dan berbagi pengalaman seputar bercocok tanam di pekarangan rumah. Hal ini menciptakan suasana belajar bersama yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Semangat gotong royong dan saling mendukung terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Inovasi TOSIBALLA dalam kegiatan ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Pemerintah Kelurahan Lembang berharap agar kegiatan pembagian bibit cabai besar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi awal dari kebiasaan baru di tengah masyarakat. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman cabai diharapkan dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh keluarga.
Ketahanan pangan wilayah menjadi isu penting yang terus mendapat perhatian, terutama di tingkat lokal. Melalui kegiatan ini, Kelurahan Lembang dan KKN 115 UNHAS menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan secara kolaboratif dan inklusif. Keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan menjadi kunci keberhasilan program ini. Ketika masyarakat merasa memiliki dan terlibat langsung, maka keberlanjutan program akan lebih terjamin.
Selain manfaat ekonomi dan pangan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Pemanfaatan polybag untuk menanam cabai memungkinkan warga yang memiliki keterbatasan lahan tetap dapat bercocok tanam. Pekarangan rumah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini dapat menjadi ruang hijau produktif yang memberikan manfaat ganda, baik secara estetika maupun ekologis.
Melalui langkah kecil namun bermakna ini, Kelurahan Lembang kembali menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi di tingkat kelurahan. Program TOSIBALLA yang melangkah bersama KKN 115 UNHAS menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan program serupa sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing.
Dengan berakhirnya kegiatan sore ini, harapan besar disematkan agar bibit-bibit cabai besar yang telah dibagikan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat Tamalangnge, Lembang. Lebih dari sekadar tanaman, bibit cabai tersebut menjadi simbol kemandirian, ketahanan, dan semangat kebersamaan dalam membangun wilayah yang tangguh secara pangan. Semoga inovasi TOSIBALLA terus melangkah maju dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kelurahan Lembang.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini