
Invalid Date
Dilihat 247 kali

Senin sore, 9 Februari 2026, suasana di kawasan BTN Arakeke tampak berbeda dari biasanya. Ketika matahari mulai condong ke barat dan semilir angin perlahan meredakan panas siang hari, masyarakat satu per satu berdatangan menuju Posyandu Sore BTN Arakeke. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi kegiatan rutin, melainkan menjadi bagian dari sebuah inovasi pelayanan kesehatan yang lahir dari kepedulian dan komitmen Puskesmas Lasepang dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
Posyandu sore merupakan terobosan yang menjawab kebutuhan nyata warga. Selama ini, pelaksanaan posyandu pada pagi hari kerap menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Aktivitas pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga keterbatasan waktu sering kali membuat orang tua, terutama ibu, kesulitan membawa balitanya ke posyandu. Menyadari kondisi tersebut, Puskesmas Lasepang menghadirkan inovasi dengan menggeser waktu pelayanan ke sore hari. Langkah sederhana namun berdampak besar ini menjadikan layanan kesehatan lebih fleksibel, inklusif, dan ramah terhadap ritme kehidupan masyarakat.
Sejak pukul 15.30 WITA, para kader posyandu telah bersiap dengan penuh semangat. Meja-meja pelayanan ditata rapi sesuai alur kegiatan posyandu, mulai dari meja pendaftaran, penimbangan, pengukuran tinggi badan, pencatatan, hingga pelayanan kesehatan oleh tenaga medis. Timbangan bayi, alat ukur antropometri, buku KIA, serta perlengkapan imunisasi telah dipersiapkan dengan cermat. Senyum ramah dan sapaan hangat para kader menyambut setiap ibu dan balita yang datang, menciptakan suasana yang akrab, aman, dan menenangkan.
Kegiatan diawali dengan proses pendaftaran dan pencatatan identitas balita serta ibu hamil yang hadir. Selanjutnya dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang. Data yang diperoleh dicatat secara teliti dan sistematis untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang berkelanjutan. Pemantauan ini sangat penting sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan pertumbuhan dan masalah gizi, sehingga intervensi dapat dilakukan sedini mungkin.
Selain pemantauan tumbuh kembang, pelayanan imunisasi juga menjadi bagian penting dalam posyandu sore ini. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lasepang memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Para ibu tampak antusias mengikuti arahan serta penjelasan yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Edukasi kesehatan diberikan secara interaktif, mencakup pentingnya imunisasi lengkap, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan penyakit menular, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga.
Inovasi posyandu sore tidak hanya memberikan kemudahan dari sisi waktu, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Kehadiran para ayah yang turut mendampingi istri dan anak menjadi pemandangan yang menggembirakan. Hal ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran bahwa kesehatan anak bukan semata tanggung jawab ibu, melainkan tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Dukungan keluarga yang kuat diyakini akan berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak secara optimal.
BTN Arakeke sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan menjadi saksi nyata harmonisasi kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat setempat terus terpelihara. Para kader posyandu, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di lingkungan tersebut, menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan keikhlasan. Mereka tidak hanya berperan secara teknis dalam pelayanan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menggerakkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat.
Puskesmas Lasepang sebagai penggagas inovasi posyandu sore patut mendapatkan apresiasi. Melalui pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan warga, puskesmas berhasil membuktikan bahwa inovasi pelayanan kesehatan tidak selalu harus kompleks atau berbiaya besar. Penyesuaian waktu pelayanan dan pendekatan yang humanis justru mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan primer.
Kegiatan sore itu juga diwarnai dengan sesi diskusi ringan antara tenaga kesehatan dan para ibu. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari pengaturan menu gizi anak, jadwal imunisasi lanjutan, hingga penanganan awal saat anak mengalami demam atau gangguan kesehatan ringan. Dialog yang terbuka dan komunikatif ini memperkuat hubungan emosional antara petugas kesehatan dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa percaya terhadap layanan kesehatan pemerintah.
Lebih dari sekadar layanan kesehatan, posyandu sore BTN Arakeke juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga. Anak-anak bermain bersama di sekitar lokasi kegiatan, sementara para ibu saling berbagi cerita dan pengalaman. Suasana kekeluargaan terasa begitu kental, menjadikan posyandu sebagai pusat interaksi sosial yang mempererat kebersamaan dan solidaritas warga.
Keberlanjutan program posyandu sore ini menjadi harapan bersama. Dengan dukungan pemerintah setempat, kader posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan secara rutin dan konsisten. Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga dan semakin meningkat seiring waktu.
Momentum kegiatan Posyandu Sore BTN Arakeke pada Senin, 9 Februari 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan dapat terus bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Di ujung senja, lahir semangat baru pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih bermakna bagi kesejahteraan ibu dan anak di BTN Arakeke.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini