
Invalid Date
Dilihat 275 kali

Suasana subuh dini hari di wilayah Ujung Labbu, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, pada beberapa hari terakhir terasa berbeda dari biasanya. Menjelang waktu sahur, sekelompok pemuda kreatif di wilayah tersebut melaksanakan kegiatan yang menarik dan penuh semangat kebersamaan, yaitu Sahur On The Road dengan cara berkeliling kampung untuk membangunkan warga agar bersiap menyantap sahur.
Kegiatan ini dilakukan pada waktu menjelang sahur, ketika sebagian besar warga masih terlelap dalam tidurnya. Dengan penuh semangat, para pemuda berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kecil di wilayah Ujung Labbu. Mereka membawa sebuah gerobak sederhana yang di atasnya dipasang pengeras suara, sehingga suara yang mereka hasilkan dapat terdengar oleh warga di sekitar lingkungan tersebut.
Gerobak yang didorong oleh beberapa pemuda itu menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Di atasnya terdapat pengeras suara yang digunakan untuk menyampaikan lagu-lagu sahur yang dinyanyikan secara langsung oleh para pemuda. Lagu-lagu yang mereka nyanyikan memiliki nuansa religi dan bernada semangat, bertujuan untuk mengingatkan warga bahwa waktu sahur telah tiba.
Sepanjang perjalanan mereka menyusuri jalan kampung, para pemuda dengan penuh antusias menyanyikan lagu-lagu sahur sambil sesekali mengajak warga untuk segera bangun dan mempersiapkan makanan sahur. Suara mereka yang menggema melalui pengeras suara terdengar hingga ke rumah-rumah warga, menciptakan suasana yang meriah namun tetap penuh makna.
Kegiatan Sahur On The Road ini bukan sekadar cara untuk membangunkan warga, tetapi juga menjadi bentuk kreativitas pemuda dalam menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan mereka. Dengan cara yang sederhana namun penuh semangat, mereka menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui kegiatan positif seperti ini.
Beberapa warga yang mendengar suara lagu sahur dari kejauhan terlihat mulai membuka pintu rumah mereka. Ada yang sekadar melihat dari teras, ada pula yang tersenyum sambil menyapa para pemuda yang sedang melintas di depan rumah mereka. Kehadiran para pemuda tersebut ternyata membawa suasana yang menyenangkan bagi warga yang tengah bersiap menyantap sahur.
Tidak sedikit warga yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Suara lagu sahur yang dibawakan para pemuda menjadi pengingat bagi mereka untuk segera bangun dan mempersiapkan sahur sebelum waktu imsak tiba. Bagi sebagian warga, kegiatan seperti ini juga mengingatkan pada tradisi lama membangunkan sahur yang pernah dilakukan oleh masyarakat pada masa-masa sebelumnya.
Para pemuda yang terlibat dalam kegiatan ini terlihat begitu kompak. Mereka saling berbagi tugas, ada yang mendorong gerobak, ada yang memegang mikrofon, dan ada pula yang mengatur pengeras suara agar suara tetap terdengar jelas. Semangat kebersamaan ini menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan tersebut berjalan dengan lancar.
Meski dilakukan dengan peralatan sederhana, kegiatan Sahur On The Road ini mampu menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kehangatan. Nyanyian lagu sahur yang mereka lantunkan tidak hanya menjadi pengingat waktu sahur, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang mendengarnya.
Sepanjang perjalanan, para pemuda terus menyanyikan berbagai lagu sahur dengan penuh semangat. Suara mereka yang terdengar di tengah sunyinya dini hari menciptakan nuansa yang khas. Jalan-jalan yang biasanya sepi pada waktu tersebut menjadi lebih hidup dengan kehadiran mereka.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan kreativitas mereka. Dengan ide sederhana seperti Sahur On The Road, mereka mampu menghadirkan kegiatan positif yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antar pemuda di lingkungan tersebut.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Para pemuda secara sukarela meluangkan waktu mereka untuk berkeliling kampung demi membantu warga agar tidak terlambat bangun sahur.
Bagi warga Ujung Labbu, kegiatan ini tentu menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Tidak hanya membantu membangunkan sahur, tetapi juga menambah semarak suasana Ramadan di lingkungan mereka.
Beberapa warga bahkan memberikan apresiasi kepada para pemuda yang telah berinisiatif melakukan kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa kegiatan ini merupakan contoh positif yang patut dipertahankan dan dikembangkan di masa mendatang.
Kreativitas para pemuda Ujung Labbu ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Dengan ide-ide kreatif, mereka mampu menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menjelang waktu imsak, para pemuda akhirnya mengakhiri perjalanan mereka setelah berkeliling di beberapa ruas jalan di wilayah Ujung Labbu. Meski terlihat lelah setelah berjalan cukup jauh, wajah mereka tetap memancarkan rasa puas karena telah berhasil melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi warga.
Kegiatan Sahur On The Road ini diharapkan dapat terus dilaksanakan selama bulan Ramadan. Selain sebagai bentuk kreativitas pemuda, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama di lingkungan masyarakat.
Semangat para pemuda Ujung Labbu dalam menghidupkan suasana sahur menjadi contoh bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat. Dengan langkah sederhana, mereka berhasil menciptakan momen yang berkesan bagi warga di lingkungan tersebut.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kreativitas dapat terus tumbuh dan berkembang. Sahur On The Road yang dilakukan oleh para pemuda Ujung Labbu bukan hanya sekadar kegiatan membangunkan sahur, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat generasi muda dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif para pemuda di wilayah kami untuk membantu membangunkan warga sahur sekaligus menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan Ujung Labbu. Kami sangat mengapresiasi kreativitas mereka karena dilakukan dengan cara yang positif dan penuh kebersamaan,” ujar Syamsuddin, salah satu Ketua RT di wilayah Ujung Labbu, Kelurahan Lembang.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Sahur On The Road tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar. Menurutnya, selain membangunkan warga untuk sahur, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara para pemuda dan masyarakat.
“Warga sangat senang dengan kegiatan ini. Selain menjadi pengingat waktu sahur, suara lagu-lagu sahur yang dibawakan para pemuda juga membuat suasana dini hari di kampung menjadi lebih hidup dan penuh semangat Ramadan,” tambahnya.
Syamsuddin berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan selama bulan Ramadan, dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan warga di lingkungan sekitar.
Jika Anda mau, saya juga bisa rapikan seluruh narasi menjadi format berita media (lebih rapi seperti berita koran/portal online) lengkap dengan lead, kutipan, dan penutup yang lebih kuat.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini