
Invalid Date
Dilihat 213 kali

Duka menyelimuti wilayah Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Kabar wafatnya ayahanda dari RT Lamalaka, yang akrab disapa IDANK, membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar serta masyarakat sekitar, khususnya warga yang bermukim di samping Stadion Lamalaka. Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga bagi lingkungan tempat beliau dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahaja.
Sejak kabar duka tersebut tersebar, suasana haru langsung terasa di sekitar kediaman almarhum. Warga berdatangan silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa dan doa. Isak tangis keluarga berpadu dengan doa-doa yang dipanjatkan, menciptakan suasana khidmat penuh keikhlasan. Banyak warga mengenang almarhum sebagai pribadi yang sederhana, penuh kepedulian, dan selalu menyapa siapa pun dengan senyuman hangat.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah, jajaran tiga pilar Kelurahan Lembang turut hadir secara langsung di rumah duka. Lurah Lembang, Dedy Anshari, S.Kom., MM., hadir bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Lembang, Suhardi Hamid, serta Babinsa Kelurahan Lembang, Mursalim. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dan soliditas unsur pemerintahan dan keamanan dalam setiap situasi, baik dalam suka maupun duka masyarakat.
Turut mendampingi pula Kasi Ekbang Kelurahan Lembang, Sabir, SE, serta para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Lembang. Kehadiran para perangkat wilayah ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Lembang menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menyatakan bahwa pemerintah kelurahan hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Lembang. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkapnya dengan penuh haru.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga terlihat membantu mengatur situasi di sekitar rumah duka agar tetap tertib dan kondusif, mengingat banyaknya warga yang datang melayat. Kebersamaan tiga pilar ini mencerminkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tentang penegakan aturan, tetapi juga tentang kehadiran nyata di tengah-tengah warga saat dibutuhkan.
Almarhum IDANK dikenal sebagai sosok ayah yang penuh tanggung jawab dan menjadi panutan bagi keluarga. Sebagai ayahanda dari RT Lamalaka, beliau kerap menjadi tempat bertanya dan berdiskusi bagi warga sekitar. Meskipun tidak banyak tampil di depan publik, peran dan doa beliau untuk kemajuan lingkungan tak pernah terputus.
Beberapa warga menyampaikan kesaksian bahwa almarhum selalu hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ketika ada kerja bakti, acara keagamaan, maupun kegiatan kemanusiaan, beliau tak pernah absen memberikan dukungan. Sikap rendah hati dan kepeduliannya itulah yang membuat kepergiannya begitu dirasakan oleh banyak orang.
Suasana di sekitar samping Stadion Lamalaka hari itu tampak berbeda. Biasanya kawasan tersebut ramai dengan aktivitas warga dan anak-anak yang berolahraga, namun kali ini lebih banyak terlihat pelayat yang datang dengan wajah penuh kesedihan. Doa bersama dilaksanakan dengan khusyuk, dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar almarhum diberikan husnul khatimah.
Kehadiran para RT dan RW se-Kelurahan Lembang juga menjadi bukti kuat bahwa hubungan antarperangkat wilayah berjalan harmonis. Mereka saling menguatkan keluarga yang ditinggalkan, memastikan seluruh proses berjalan lancar hingga prosesi pemakaman.
Di tengah suasana duka, nilai gotong royong masyarakat kembali terlihat nyata. Warga membantu menyiapkan kursi, tenda, konsumsi bagi pelayat, hingga membantu keluarga dalam berbagai kebutuhan teknis. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya kebersamaan dan solidaritas. Duka yang dirasakan satu keluarga menjadi duka bersama. Begitu pula doa yang dipanjatkan, menjadi doa kolektif agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Pemerintah Kelurahan Lembang juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah menunjukkan rasa empati dan kepedulian. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga merupakan fondasi kuat dalam membangun lingkungan yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan.
Kepergian almarhum IDANK meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Namun nilai-nilai kebaikan yang telah beliau tanamkan akan terus hidup di tengah-tengah warga Lamalaka. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari itu menjadi bukti bahwa Kelurahan Lembang bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah keluarga besar yang saling menjaga dan menguatkan.
Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini