
Invalid Date
Dilihat 270 kali

UPT Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng menggelar kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) lintas sektor pada hari ini, Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keseriusan dan semangat kolaborasi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian pelayanan kesehatan, membahas berbagai permasalahan di lapangan, serta merumuskan langkah konkret peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lasepang.
Lokakarya Mini ini dihadiri oleh Camat Bantaeng, Andi Andrie Pawiloi, Lurah Lembang, Dedy Anshari, R., S.Kom., MM, Ketua TP PKK Kelurahan Lembang, Ibu Sumarni, S.Pd, Babinsa Kelurahan Lembang Sertu Mursalim yang mewakili Danramil Kecamatan Bantaeng, perwakilan yang mewakili Polsek Bantaeng,serta para perwakilan lurah di wilayah kerja Puskesmas Lasepang, kepala sekolah, dan unsur lintas sektor lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Puskesmas semata.
Dalam arahannya, Camat Bantaeng, Andi Andrie Pawiloi, menegaskan bahwa kegiatan Lokakarya Mini bukanlah kegiatan seremonial belaka, melainkan forum penting yang harus melahirkan output nyata. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Bantaeng saat ini berada pada urutan ke-6 kasus penyakit Tuberkulosis (TB) se-Sulawesi Selatan, sehingga dibutuhkan perhatian dan kerja bersama lintas sektor. Selain itu, ia menyoroti persoalan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memerlukan penanganan serius, termasuk kebutuhan akan rumah singgah dan perawat khusus.
Camat Bantaeng juga menekankan bahwa ke depan akan dilakukan penilaian kelurahan berdasarkan kebersihan lingkungan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kelurahan terbersih akan diberikan penghargaan, sementara kelurahan dengan kondisi terburuk akan diumumkan ke media sebagai bentuk evaluasi terbuka, termasuk bagi Puskesmas. Secara khusus, Kelurahan Lembang diharapkan memiliki sistem fast response, terutama dalam pelayanan kegawatdaruratan seperti penyediaan ambulans bagi warga yang membutuhkan pertolongan di tengah malam. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan yang telah meraih penghargaan sebagai satu-satunya di Sulawesi dalam pelayanan sosial, berkat kerja keras para tenaga kesehatan dan kader hingga tingkat bawah.
Sementara itu, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Ibu Ninuk, dalam sambutannya memaparkan berbagai inovasi kesehatan yang tengah dijalankan, salah satunya Program Peduli Kasih yang mengedepankan kerja sama antara Dinas Kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan. Ia juga menjelaskan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo, yaitu program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditargetkan dapat diikuti oleh minimal 50 persen warga. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, diperlukan kolaborasi aktif antara Puskesmas, lurah, desa, RT/RW, termasuk memanfaatkan media pengumuman di masjid-masjid.
Selain CKG, dibahas pula Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan sekolah-sekolah. Program ini menekankan penggunaan makanan olahan sehat yang disiapkan sendiri oleh SPPG, bukan produk instan seperti biskuit atau susu kemasan pabrik. Kepala sekolah dan guru, khususnya pelaksana UKS, diharapkan berperan sebagai pengawas di lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, koordinasi melalui grup MBG dan teguran kepada pelaksana dapur menjadi langkah yang harus dilakukan. Puskesmas dan Koramil juga diharapkan aktif memberikan masukan dalam pelaksanaan program ini.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPT Puskesmas Lasepang- Akbar Arfah memaparkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2024. Dari 12 indikator pelayanan kesehatan, beberapa capaian menunjukkan hasil baik, meski masih terdapat tantangan. Capaian kesehatan ibu hamil mencapai 68,92 persen dari target 100 persen, sementara persalinan oleh tenaga kesehatan juga berada pada angka yang sama. Pelayanan kesehatan balita mencapai 79,2 persen, sedangkan kesehatan usia sekolah dasar bahkan melampaui target dengan capaian 100,41 persen.
Untuk kasus stunting, tercatat Lembang sebanyak 6 kasus, Lamalaka 12 kasus, dan Letta 5 kasus. Dijelaskan bahwa stunting tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh asupan gizi ibu hamil pada 1.000 hari pertama kehidupan, penyakit bawaan, hingga infeksi berulang seperti ISPA pada anak. Tahun lalu, tercatat 45 kasus stunting di wilayah Kecamatan Bantaeng, sehingga kolaborasi antara kelurahan, PKK, dan BKKBN di Posyandu menjadi sangat penting.
Pelayanan kesehatan usia produktif dan hipertensi telah mencapai 100 persen, sementara pelayanan lansia berada di angka 94,29 persen. Untuk ODGJ, capaian pelayanan mencapai 89,65 persen. Kasus TB di Kelurahan Lembang tercatat sebanyak 14 kasus, dengan 3 orang telah menyelesaikan pengobatan, 9 orang masih dalam proses pengobatan, dan 2 orang meninggal dunia. Adapun 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Lasepang masih didominasi oleh ISPA dengan 343 kunjungan pasien.
Lokakarya Mini ini juga mengidentifikasi sejumlah permasalahan, seperti tingginya kasus ISPA pada balita, masih adanya warga yang kepesertaan BPJS-nya terdaftar di fasilitas kesehatan lain, serta penggunaan Kartu Keluarga luar Kabupaten Bantaeng. Melalui Lokmin ini, seluruh peserta bersepakat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan kesehatan ke depan, demi terwujudnya masyarakat Bantaeng yang lebih sehat, responsif, dan sejahtera.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini