
Invalid Date
Dilihat 69 kali

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115, Posko UPTD PPA Kecamatan Bantaeng, melaksanakan kegiatan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar Negeri 15 Samata sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak tentang bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Program Edukasi Anti-Bullying ini merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN yang berangkat dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekolah, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Bullying atau perundungan masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di sekolah, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial. Tidak jarang, perilaku tersebut dianggap sebagai hal biasa atau candaan, padahal dapat memberikan dampak serius bagi korban.
Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus bullying masih menempati posisi yang cukup tinggi dalam laporan pengaduan di bidang pendidikan. Bullying dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak, seperti munculnya rasa takut, rendah diri, trauma psikologis, hingga menurunnya prestasi belajar. Dalam jangka panjang, korban bullying juga berpotensi mengalami gangguan perkembangan karakter dan kesulitan dalam bersosialisasi. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN Gelombang 115 untuk melakukan langkah preventif melalui edukasi anti-bullying sejak dini.
Kegiatan Edukasi Anti-Bullying di SD Negeri 15 Samata dirancang secara sistematis, edukatif, dan interaktif, dengan menyesuaikan materi dan metode penyampaian terhadap usia serta tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN menyadari bahwa penyampaian materi kepada anak-anak tidak dapat dilakukan secara satu arah, sehingga diperlukan pendekatan yang menyenangkan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test yang diberikan kepada siswa. Pre-test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa tentang bullying, bentuk-bentuknya, serta cara bersikap apabila mengalami atau melihat tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Hasil pre-test menjadi gambaran awal bagi mahasiswa KKN dalam menyesuaikan penyampaian materi edukasi.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Kelas Ramah, yang menjadi inti dari program edukasi. Pada sesi ini, mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama teman. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Sesi Kelas Ramah berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi dan tanya jawab. Para siswa diajak untuk berbagi pendapat dan pengalaman mengenai bagaimana menjadi teman yang baik, cara menolong teman yang sedang mengalami kesulitan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana kelas yang positif dan menyenangkan. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat dengan penuh semangat.
Mahasiswa KKN juga menyisipkan berbagai permainan edukatif dalam rangkaian kegiatan, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan tidak membosankan. Permainan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa tentang nilai-nilai kebersamaan, empati, dan toleransi. Dengan metode ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, mahasiswa KKN kembali membagikan post-test kepada siswa. Post-test ini bertujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan Edukasi Anti-Bullying. Dari hasil post-test, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep bullying, dampaknya, serta cara bersikap yang tepat dalam menghadapi atau mencegah perundungan.
Untuk menambah semangat dan memperkuat pemahaman siswa, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Quiz Anti-Bullying. Pada sesi ini, siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan melalui metode kuis interaktif. Suasana kelas menjadi semakin meriah dan menyenangkan, terlebih dengan adanya pemberian hadiah sederhana bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Melalui kuis ini, pesan-pesan anti-bullying diharapkan dapat lebih mudah diingat dan dipahami oleh siswa.
Pelaksanaan program Edukasi Anti-Bullying ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Guru-guru menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Kehadiran mahasiswa KKN dengan pendekatan yang kreatif dan komunikatif dinilai mampu memberikan suasana belajar yang berbeda dan menyenangkan bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Gelombang 115 berharap edukasi anti-bullying dapat menjadi langkah awal dalam membangun karakter anak yang peduli, berani, dan saling menghargai. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.
Ke depannya, mahasiswa KKN berencana mendokumentasikan materi edukasi yang telah disusun dalam bentuk infografis dan bahan ajar sederhana. Materi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah dan perangkat desa sebagai media edukasi lanjutan. Dengan adanya materi yang terdokumentasi, upaya pencegahan bullying dapat terus dilakukan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.
Secara keseluruhan, kegiatan Edukasi Anti-Bullying di SD Negeri 15 Samata ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan inklusif. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut dan tekanan akibat bullying.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini