
Invalid Date
Dilihat 133 kali

Kamis, 26 Februari 2026, suasana siang yang mulai beranjak menuju sore di Kantor Kelurahan Lembang terasa berbeda dari biasanya. Di tengah aktivitas pelayanan masyarakat yang tetap berjalan seperti biasa, Lurah Lembang, Dedy Anshari, R, S.Kom., M.M., bersama penyuluh perikanan Mutia, kembali melakukan peninjauan langsung terhadap kolam bioflok yang berada di halaman belakang kantor kelurahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kelurahan dalam mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Bertempat di wilayah administratif Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Kelurahan Lembang terus menunjukkan langkah progresif dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan ekonomi produktif masyarakat. Salah satu upaya nyata tersebut adalah pengelolaan budidaya ikan dengan sistem bioflok yang telah dirintis sejak beberapa waktu lalu.
Menjelang sore hari, sinar matahari yang mulai redup menjadi saksi semangat yang tetap menyala dari jajaran pemerintah kelurahan. Lurah Lembang, Dedy Anshari, dengan penuh perhatian memeriksa kondisi kolam bioflok, mulai dari kualitas air, sirkulasi udara, hingga pertumbuhan ikan di dalamnya. Penyuluh perikanan Mutia turut memberikan penjelasan teknis terkait perkembangan budidaya, termasuk evaluasi pakan, kepadatan tebar, serta stabilitas mikroorganisme yang menjadi kunci keberhasilan sistem bioflok.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Anshari menyampaikan bahwa program bioflok ini bukan sekadar proyek percobaan, melainkan bentuk keseriusan pemerintah kelurahan dalam menciptakan contoh nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kantor kelurahan tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga dapat menjadi pusat edukasi dan inovasi bagi warga.
“Bioflok ini kita hadirkan sebagai percontohan. Harapannya, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana sistem ini bekerja, bagaimana cara perawatannya, dan bagaimana potensi keuntungannya. Jika berhasil, tentu bisa direplikasi di lingkungan masing-masing,” ujar beliau dengan optimis.
Sistem bioflok sendiri dikenal sebagai metode budidaya ikan yang ramah lingkungan dan efisien. Dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi pakan alami, sistem ini mampu menghemat penggunaan air serta meningkatkan produktivitas budidaya. Selain itu, bioflok juga dapat diterapkan di lahan terbatas, sehingga sangat cocok bagi masyarakat perkotaan atau wilayah dengan keterbatasan ruang.

Mutia, selaku penyuluh perikanan, menjelaskan bahwa perkembangan ikan di kolam bioflok Kelurahan Lembang menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Tingkat kelangsungan hidup ikan terbilang baik, pertumbuhan stabil, dan kualitas air relatif terjaga. Meski demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemantauan dan perawatan.
“Bioflok ini butuh perhatian rutin. Aerator harus selalu aktif, pemberian pakan harus terukur, dan kualitas air harus terus dipantau. Tapi jika dijalankan dengan disiplin, hasilnya sangat menjanjikan,” jelasnya.
Kegiatan peninjauan ini juga menjadi momentum evaluasi bersama. Lurah dan penyuluh perikanan berdiskusi mengenai potensi pengembangan ke depan, termasuk kemungkinan melibatkan kelompok pemuda, ibu-ibu PKK, maupun kelompok usaha kecil di Kelurahan Lembang. Dengan pendekatan kolaboratif, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi masyarakat.
Tidak hanya berbicara soal produksi ikan, bioflok di halaman kantor kelurahan juga memiliki nilai edukatif. Beberapa warga yang datang mengurus administrasi terlihat menyempatkan diri untuk melihat langsung kolam tersebut. Rasa penasaran mereka menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh sistem budidaya yang modern namun sederhana ini.
Lurah Lembang menegaskan bahwa inovasi seperti bioflok sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan akan ketahanan pangan, langkah kecil seperti ini dapat menjadi solusi konkret. Apalagi dengan dukungan penyuluh perikanan yang aktif mendampingi, potensi keberhasilan semakin besar.
Menjelang sore, suasana semakin teduh. Angin sepoi-sepoi berhembus di halaman belakang kantor kelurahan, sementara gelembung-gelembung udara dari kolam bioflok terus bergerak tanpa henti, menandakan sistem aerasi berjalan dengan baik. Pemandangan tersebut seolah menjadi simbol harapan dan keberlanjutan.
Program bioflok ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kelurahan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan mendorong masyarakat untuk mandiri dalam produksi pangan, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan luar dapat dikurangi. Selain itu, hasil budidaya juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Lembang berencana mengadakan pelatihan terbuka bagi warga yang berminat mengembangkan bioflok di rumah masing-masing. Penyuluh perikanan akan dilibatkan secara aktif untuk memberikan pendampingan teknis, mulai dari tahap persiapan kolam, penebaran benih, hingga panen.
Semangat kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan tenaga penyuluh menjadi kunci keberhasilan program ini. Peninjauan yang dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab dan komitmen untuk memastikan setiap program berjalan optimal.
Kegiatan siang menjelang sore itu pun ditutup dengan evaluasi singkat dan rencana tindak lanjut. Lurah Lembang berharap, apa yang dirintis hari ini dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Ia meyakini bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, Kelurahan Lembang terus berbenah dan berinovasi. Peninjauan bioflok pada Kamis sore itu menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai pelaku langsung perubahan.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk maju, Kelurahan Lembang optimis mampu menjadi contoh kelurahan yang produktif, mandiri, dan inovatif di Kabupaten Bantaeng. Semoga langkah kecil di halaman belakang kantor kelurahan hari ini, kelak menjadi gerakan besar yang membawa manfaat luas bagi seluruh masyarakat.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini