
Invalid Date
Dilihat 282 kali

Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Bantaeng, telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bantaeng sebagai bagian dari tahapan penyusunan rencana pembangunan tahun 2027. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan gagasan, menyelaraskan program, serta mengawal visi dan misi pembangunan daerah demi terwujudnya Bantaeng yang lebih maju dan berdaya saing.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Bantaeng, Andi Andrie Pawiloi, SAN, para tenaga ahli Pemerintah Kabupaten Bantaeng yakni Anas Hasan, Andi Mappatoba yang akrab disapa Karaeng Ali, serta H. Abdullah Taibe. Turut hadir Kepala Dinas Perumahan, Armawasyah, perwakilan Bappeda Heriyanto, Sekretaris Diskominfo, Sekretaris Dinas Perumahan, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, serta sejumlah OPD lainnya. Hadir pula delapan lurah se-Kecamatan Bantaeng dan satu desa, bersama para perwakilan RT/RW delegasi Musrenbang kelurahan.
Dalam forum tersebut, tenaga ahli Anas Hasan menyampaikan komitmen kuat untuk terus mengabdikan diri bagi kemajuan daerah. “Kami dari tenaga ahli lebih banyak pengabdian untuk Bantaeng. Tugas kami adalah mengawal janji-janji Bupati saat kampanye dan memastikan visi misi tersebut segera direalisasikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa salah satu prioritas utama yang harus diperhatikan adalah perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya, tahun 2027 harus menjadi momentum percepatan perbaikan jalan, khususnya di wilayah Kayu Loe dan Onto yang direncanakan akan mendapatkan pengaspalan pada 2026. Ia juga menyinggung kondisi keuangan negara yang saat ini kurang stabil, sehingga daerah harus cermat dalam pengelolaan anggaran.
Anas Hasan mengungkapkan bahwa APBD Kabupaten Bantaeng tahun 2026 berada di angka sekitar 800 miliar rupiah, dengan sekitar 400 miliar digunakan untuk belanja pegawai. Harapannya, pada 2027 APBD dapat meningkat hingga lebih dari satu triliun rupiah. Ia juga menyampaikan adanya penalti dari pusat sebesar 120 miliar rupiah yang berdampak pada kondisi fiskal daerah. Di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat desa saat ini masih membutuhkan perhatian serius karena ruang fiskal yang terbatas.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, ia menyebut rencana pencarian lokasi seluas enam hektare di Pajukukang untuk pembangunan sekolah rakyat. Program ini masih dalam tahap penjajakan lokasi oleh dirinya bersama Karaeng Ali dan H. Abdullah Taibe.
Selain itu, Anas Hasan juga menyampaikan gagasan pemberian fasilitas bentor Viar bagi para lurah untuk mendukung operasional pelayanan dan penanganan kebersihan. Ia bahkan mengusulkan agar pada peringatan Hari Jadi Bantaeng diberikan penghargaan kepada lurah yang berprestasi dalam penanganan sampah.
Sementara itu, Karaeng Ali (Andi Mappatoba) menegaskan bahwa persoalan perencanaan telah banyak disampaikan dan menjadi bahan evaluasi bersama. Ia mengakui bahwa satu tahun terakhir sudah mulai terlihat perubahan, meskipun kondisi negara secara umum masih menghadapi tantangan ekonomi. “Mari kita sama-sama membangun Bantaeng dengan baik. Sumber penganggaran tidak hanya dari APBD kabupaten, tetapi juga dari APBD provinsi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi dan simbol pemerintahan, termasuk penggunaan tanda pamong dan lambang Garuda yang sesuai ketentuan.
Tenaga ahli lainnya, H. Abdullah Taibe, yang dikenal berpengalaman lebih dari 13 tahun dalam pengelolaan sampah, turut memberikan pandangan terkait tata kelola lingkungan. Ia mengingatkan bahwa pada periode 2008–2010, dari sekitar 400 kabupaten di Indonesia, hanya 35 yang berhasil meraih penghargaan Adipura. Di Sulawesi Selatan, hanya enam kabupaten termasuk Kabupaten Bantaeng yang mendapatkan penghargaan tersebut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Ia mengapresiasi peran lurah, RT, dan RW dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari lingkungan masing-masing. Bahkan, ia menyampaikan kabar baik bahwa beberapa pengelola sampah dari Surabaya berencana memberikan dukungan terhadap pengembangan TP3SR (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di Bantaeng.
Dalam sambutannya, Camat Bantaeng Andi Andrie Pawiloi, SAN, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta Musrenbang. Ia menegaskan bahwa sekitar 70 persen usulan dari tingkat kecamatan berhasil terakomodasi dalam perencanaan. Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah Karatuang, Onto, dan Kayu Loe yang memerlukan perhatian serius, terutama jalan yang rusak parah dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) serta rambu lalu lintas.
Menurutnya, ruas jalan tersebut tidak pernah sepi, terutama pada malam hari ketika para pedagang sayur dan jagung melintas menuju pasar. Karena itu, keselamatan lalu lintas harus menjadi prioritas bersama.
Dalam aspek kebersihan, Camat mengapresiasi delapan lurah dan satu desa yang aktif menjalankan program “Bantaeng Bersih, Bantaeng Bangkit.” Setiap hari Sabtu, sejumlah lurah secara konsisten melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat. Pemerintah kecamatan juga telah menyediakan kontainer sampah di beberapa titik seperti Letta dan Gusung guna mencegah pembuangan sampah ke laut.
Ia juga menyinggung kondisi Lapangan Hitam di Tappanjeng yang hingga kini masih menjadi masukan masyarakat dan menunggu tindak lanjut. Harapannya, lapangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kecamatan Bantaeng.
Di sektor perikanan dan kelautan, terdapat bantuan proposal untuk petani rumput laut dan nelayan yang bersumber dari provinsi. Koordinasi dengan Dinas Perikanan Bantaeng terus dilakukan agar bantuan tersebut tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Musrenbang Kecamatan Bantaeng tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus perencanaan progresif. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari infrastruktur, pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, hingga tata kelola pemerintahan. Meski kondisi fiskal masih menghadapi tantangan, semangat kolaborasi antara pemerintah, tenaga ahli, lurah, RT/RW, dan OPD menjadi modal kuat untuk menghadirkan perubahan.
Dengan komitmen bersama untuk mengawal visi misi kepala daerah, memperbaiki infrastruktur prioritas, meningkatkan tata kelola sampah, serta memperkuat ekonomi kerakyatan, Kecamatan Bantaeng optimis melangkah menuju tahun 2027 dengan harapan baru. Musrenbang bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang bersama untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat menjadi pijakan dalam membangun Bantaeng yang bersih, bangkit, dan berkelanjutan.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini