
Invalid Date
Dilihat 192 kali

Senin, 2 Maret 2026, suasana pagi di wilayah Sungai Bialo tampak berbeda dari biasanya. Ketika sebagian besar warga masih terlelap atau baru bersiap memulai aktivitas, Ketua RW Sungai Bialo, Ahmad Syamsir, justru telah memulai langkah pengabdian yang sederhana namun sarat makna. Dengan tangki air di pundaknya yang berisi racun cair pembasmi gulma, ia mendatangi Kantor Kelurahan Lembang untuk menyemprot rerumputan liar yang tumbuh di sekitar halaman kantor.
Aksi tersebut dilakukan di Kantor Kelurahan Lembang, yang berada di wilayah administratif Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tidak harus menunggu instruksi, anggaran, ataupun seremoni resmi.
Sejak pagi buta, Ahmad Syamsir terlihat memanggul tangki semprot dengan penuh semangat. Embun pagi masih menyelimuti halaman kantor, sementara rerumputan liar yang tumbuh di sela-sela paving dan sudut halaman menjadi sasaran penyemprotan. Tanpa banyak kata, ia bekerja dengan tekun, memastikan setiap sudut yang ditumbuhi gulma mendapat perhatian.
Tindakan tersebut sontak menjadi perhatian aparat kelurahan yang mulai berdatangan. Mereka mengaku terharu dan bangga melihat inisiatif seorang Ketua RW yang turun langsung melakukan pekerjaan teknis demi menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kantor kelurahan. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal koordinasi dan perencanaan, tetapi juga tentang memberi contoh nyata.
Lurah Lembang, Dedy Anshari, R, S.Kom., MM, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Ketua RW Sungai Bialo merupakan bentuk terobosan yang partisipatif dan inovatif. “Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah terobosan dan partisipatif inovatif untuk RW Sungai Bialo,” ujar Lurah Lembang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kantor kelurahan bukan hanya milik aparatur pemerintah, tetapi juga milik seluruh masyarakat. Oleh karena itu, ketika seorang Ketua RW dengan kesadaran sendiri mengambil peran aktif, hal itu menjadi contoh yang patut diteladani.
Langkah Ahmad Syamsir juga mencerminkan semangat pelayanan publik yang kolaboratif. Pemerintahan yang kuat bukan hanya bertumpu pada struktur formal, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat di tingkat paling bawah. RW sebagai ujung tombak pemerintahan di lingkungan memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli dan gotong royong.
Kebersihan halaman kantor kelurahan bukan sekadar persoalan estetika. Lingkungan yang bersih mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta citra pelayanan yang baik kepada masyarakat. Warga yang datang mengurus administrasi tentu akan merasa lebih nyaman jika lingkungan kantor tertata rapi dan bebas dari rerumputan liar.
Aksi tersebut juga menjadi pesan moral bahwa perubahan besar sering kali berawal dari tindakan kecil. Tidak perlu menunggu program besar atau proyek skala luas untuk menunjukkan kepedulian. Dengan membawa tangki semprot dan meluangkan waktu di pagi hari, Ketua RW Sungai Bialo telah menunjukkan bahwa niat tulus dan aksi nyata adalah kunci utama pembangunan berbasis partisipasi.
Semangat seperti inilah yang diharapkan dapat menular ke seluruh elemen masyarakat. Jika setiap Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat memiliki kepedulian yang sama, maka lingkungan di seluruh wilayah kelurahan akan semakin tertata dan nyaman. Partisipasi aktif warga akan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat inovasi dalam tata kelola lingkungan. Inovasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih atau anggaran besar. Terkadang, inovasi lahir dari cara berpikir yang berbeda dan keberanian untuk memulai. Dalam hal ini, Ahmad Syamsir menunjukkan bahwa kepedulian bisa diwujudkan dalam tindakan konkret tanpa harus menunggu arahan.
Masyarakat Sungai Bialo pun menyambut positif aksi tersebut. Mereka merasa bangga memiliki Ketua RW yang tidak segan turun langsung bekerja. Beberapa warga bahkan menyatakan kesiapan untuk ikut serta dalam kegiatan kerja bakti berikutnya, sehingga kebersihan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Momentum ini diharapkan menjadi pemantik semangat gotong royong di awal bulan Maret 2026. Dengan sinergi antara aparat kelurahan dan masyarakat, berbagai persoalan lingkungan dapat diatasi bersama. Kebersihan, kerapian, dan kenyamanan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen.
Lurah Lembang juga berharap agar aksi positif ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Semangat partisipatif dan inovatif yang ditunjukkan oleh Ketua RW Sungai Bialo adalah cerminan kepemimpinan yang membumi dan dekat dengan masyarakat. Keteladanan seperti ini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah di tingkat kelurahan.
Senin pagi itu menjadi saksi bahwa dedikasi tidak mengenal waktu. Di saat sebagian orang masih memulai hari dengan rutinitas biasa, seorang Ketua RW telah memulai dengan aksi nyata demi kebersihan lingkungan bersama. Tangki semprot di pundaknya bukan sekadar alat, tetapi simbol tanggung jawab dan kepedulian.
Ke depan, diharapkan kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan seluruh RW di wilayah Lembang semakin solid. Program-program berbasis partisipasi masyarakat perlu terus didorong agar pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga tumbuh dari bawah.
Apa yang dilakukan Ahmad Syamsir membuktikan bahwa kepemimpinan adalah tentang memberi contoh. Dengan langkah sederhana namun penuh makna, ia telah menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri. Dan dari halaman kantor kelurahan yang bersih itu, semangat kebersamaan kembali diteguhkan.
Semoga langkah inspiratif ini terus berlanjut dan menjadi budaya, bukan sekadar momentum. Karena ketika pemimpin lingkungan bergerak dengan hati, masyarakat pun akan mengikuti dengan semangat yang sama.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini