Logo

Kelurahan Lembang

Kabupaten Bantaeng

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Penguatan Sekolah Ramah Anak melalui Edukasi Pencegahan Kekerasan oleh Mahasiswa KKN di SDN 17 Ujung Labbu Kelurahan Lembang

Penguatan Sekolah Ramah Anak melalui Edukasi Pencegahan Kekerasan oleh Mahasiswa KKN di SDN 17 Ujung Labbu Kelurahan Lembang

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 74 kali

Penguatan Sekolah Ramah Anak melalui Edukasi Pencegahan Kekerasan oleh Mahasiswa KKN di SDN 17 Ujung Labbu Kelurahan Lembang

Upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak (SRA). Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjamin pemenuhan hak anak atas rasa aman, perlindungan, serta tumbuh kembang yang optimal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan prinsip tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Save Our Children:Edukasi Pencegahan Kekerasan sebagai Upaya Mendukung Sekolah Ramah Anak Pada Siswa Sekolah Dasar” di SDN 17 Ujung Labbu, Kabupaten Bantaeng pada Rabu, 14 Januari 2026.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas III dan IV Sekolah Dasar dengan tujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai kekerasan dalam pergaulan, dampaknya terhadap kondisi emosional dan psikologis, serta pentingnya mengenali batasan diri sebagai bagian dari upaya perlindungan diri sejak dini. Pada usia sekolah dasar, anak berada pada fase perkembangan sosial yang cukup rentan, sehingga membutuhkan pendampingan dan edukasi yang tepat agar mampu membangun interaksi yang aman, sehat, dan saling menghargai.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Sekolah Ramah Anak yang menempatkan pencegahan dan penanganan kekerasan sebagai salah satu pilar utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menghormati hak anak, menjunjung prinsip non-diskriminasi, serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta Tujuan 16 tentang pengurangan segala bentuk kekerasan dan perlindungan terhadap anak.

Secara nasional, kekerasan di satuan pendidikan masih menjadi persoalan serius. Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tahun 2025 mencatat sebanyak 60 kasus kekerasan di sekolah, dengan jenjang Sekolah Dasar sebagai jenjang paling terdampak. Fakta tersebut menunjukkan tingginya kerentanan anak usia sekolah dasar terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikis. Kondisi ini juga tercermin di daerah, termasuk di Kabupaten Bantaeng, di mana data UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) menunjukkan adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap anak yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis korban.

Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Save Our Children dirancang sebagai bentuk edukasi preventif yang ramah anak, partisipatif, dan edukatif. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, perkenalan, serta ice breaking untuk menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan. Selanjutnya, peserta mengikuti pre-test sederhana sebagai pemetaan awal tingkat pemahaman anak sebelum menerima materi inti.

Materi edukasi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak, mencakup pengertian kekerasan sebagai perilaku yang dapat menyakiti tubuh maupun perasaan serta menimbulkan rasa takut, sedih, atau tidak aman. Fasilitator juga menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang kerap dijumpai di lingkungan sekolah, seperti kekerasan fisik, verbal, emosional, serta perilaku tidak pantas terhadap tubuh. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa setiap perasaan tidak nyaman berhak untuk disampaikan dan bahwa bercerita kepada orang dewasa tepercaya merupakan bagian dari hak anak sekaligus langkah perlindungan diri.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan batasan diri sebagai strategi pencegahan kekerasan. Peserta diajak menonton video edukatif mengenai sentuhan yang boleh dan tidak boleh, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi reflektif. Melalui sesi ini, anak-anak diperkuat pemahamannya bahwa tubuh adalah milik mereka sendiri, setiap anak berhak berkata “tidak”, serta berhak menjauh dan mencari bantuan apabila berada dalam situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Move and Remember, yaitu praktik bersama melalui jingle batasan diri yang disertai gerakan sederhana dan menyenangkan. Metode ini dirancang agar pesan dapat lebih mudah diingat oleh anak. Selanjutnya, dilakukan kuis kelompok interaktif menggunakan media Wordwall sebagai sarana evaluasi sekaligus penguatan materi, sebelum ditutup dengan post-test dan refleksi singkat untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Salah satu mahasiswa KKN sekaligus fasilitator kegiatan, Mustika Syaharuddin, menyampaikan bahwa edukasi pencegahan kekerasan sejak usia sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak.

“Melalui kegiatan Save Our Children, kami ingin membantu anak-anak memahami bahwa kekerasan bisa terjadi di mana saja dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Oleh karena itu, anak perlu dibekali kemampuan untuk melindungi diri sendiri, salah satunya dengan mengenali batasan diri. Dengan memahami bahwa tubuh dan perasaan mereka harus dihormati, anak diharapkan berani berkata ‘tidak’ terhadap perlakuan yang membuat tidak nyaman serta berani menyampaikan hal tersebut kepada orang dewasa yang dipercaya. Upaya ini merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.”

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran anak mengenai pentingnya saling menghargai, menjaga rasa aman, serta membangun budaya sekolah yang mendukung prinsip Sekolah Ramah Anak secara berkelanjutan.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Kelurahan Lembang

Kecamatan Bantaeng

Kabupaten Bantaeng

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia