
Invalid Date
Dilihat 238 kali

Hari ini, Kamis, 18 Desember 2025, Pemerintah Kelurahan Lembang melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang akan menjadi sasaran kegiatan kerja bakti selanjutnya, tepatnya di sepanjang bibir Sungai Tamalangnge. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kelurahan dalam merespons keluhan masyarakat terkait seringnya terjadi luapan air sungai ke rumah-rumah warga, terutama saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Sungai Tamalangnge memiliki peran penting sebagai jalur aliran air bagi wilayah sekitarnya. Namun, berdasarkan kondisi lapangan, aliran sungai saat ini mengalami hambatan serius akibat banyaknya pepohonan yang tumbuh liar di sepanjang bibir sungai. Tanaman pisang dan vegetasi lainnya yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan penyempitan badan sungai. Akibatnya, ketika intensitas hujan tinggi, debit air meningkat dan tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga meluap dan menggenangi beberapa rumah warga di sekitar bantaran sungai.
Peninjauan lapangan ini dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan (Seklur) Lembang, Irfan Razak, SE, bersama staf Kelurahan Lembang, Bapak Candra. Turut hadir pula Ketua RT Tamalangnge, Bapak Campa, bersama tokoh masyarakat yang akrab disapa Daeng Akki, serta Ketua RT Biring Kassi, Imman B. Tarra. Kehadiran para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan dan RT ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi nyata atas permasalahan lingkungan yang dihadapi bersama.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyusuri beberapa titik bibir sungai yang dinilai paling rawan. Terlihat jelas bagaimana rumpun pohon pisang dan tanaman lainnya tumbuh rapat hingga menjorok ke badan sungai. Selain menghambat aliran air, kondisi ini juga berpotensi mempercepat pendangkalan sungai akibat tumpukan sampah alami dan material tanah yang terbawa arus. Jika dibiarkan berlarut-larut, risiko banjir dipastikan akan semakin besar, terlebih pada musim hujan seperti saat ini.
Seklur Lembang, Irfan Razak, SE, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan langkah kerja bakti yang akan dilaksanakan benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, kerja bakti bukan sekadar kegiatan bersih-bersih rutin, melainkan bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan nanti mampu memberikan dampak langsung, khususnya dalam memperlancar aliran sungai dan mengurangi risiko banjir bagi warga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua RT Tamalangnge, Bapak Campa, menyampaikan bahwa warga setempat selama ini telah beberapa kali mengalami luapan air sungai yang masuk ke pekarangan bahkan ke dalam rumah. Kondisi tersebut tentu menimbulkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, rencana kerja bakti bersama ini disambut dengan antusias oleh warga yang berharap adanya perubahan nyata setelah dilakukan pembersihan dan penataan bantaran sungai.
Daeng Akki, sebagai tokoh masyarakat setempat, menambahkan bahwa selain membersihkan pepohonan liar, diperlukan juga kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan sungai ke depannya. Ia menekankan pentingnya peran warga dalam tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga area bantaran sungai agar tetap terbuka dan berfungsi sebagaimana mestinya. “Kerja bakti ini adalah langkah awal, tapi yang lebih penting adalah menjaga hasilnya secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT Biring Kassi, Imman B. Tarra, mengapresiasi sinergi antara pihak kelurahan dan para RT dalam menangani persoalan lingkungan lintas wilayah. Menurutnya, aliran sungai tidak mengenal batas administrasi RT, sehingga penanganannya pun harus dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin dan terkoordinasi.
Hasil dari peninjauan ini akan menjadi dasar penentuan teknis pelaksanaan kerja bakti, mulai dari penjadwalan, pembagian tugas, hingga alat dan perlengkapan yang dibutuhkan. Fokus utama kerja bakti nantinya adalah pembersihan tanaman pisang dan vegetasi lain yang menghambat aliran sungai, serta penataan kembali bibir sungai agar lebih rapi dan aman.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Lembang berharap dapat menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana. Peninjauan lahan kerja bakti di Sungai Tamalangnge ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kelurahan Lembang.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini