Logo

Kelurahan Lembang

Kabupaten Bantaeng

Home

Portal Data Lembang

Inovasi Lembang

Biring kassi Online

Aplikasi Lembang

TP PKK Lembang

Facebook

“Sahur On The Road Ujung Labbu: Semangat Remaja RW.06 Lost Pangngi Bangunkan Warga dengan Musik dan Kebersamaan di Bulan Ramadan”

“Sahur On The Road Ujung Labbu: Semangat Remaja RW.06 Lost Pangngi Bangunkan Warga dengan Musik dan Kebersamaan di Bulan Ramadan”

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 218 kali

“Sahur On The Road Ujung Labbu: Semangat Remaja RW.06 Lost Pangngi Bangunkan Warga dengan Musik dan Kebersamaan di Bulan Ramadan”

Senin dini hari, 16 Maret 2026, suasana di wilayah Lost Pangngi, RW.06 Ujung Labbu, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng kembali terasa hidup dan penuh semangat. Ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap dalam tidur menjelang waktu sahur, sekelompok remaja di wilayah tersebut justru telah bersiap untuk melaksanakan sebuah kegiatan yang kini menjadi tradisi Ramadan di lingkungan mereka, yakni Sahur On The Road.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas membangunkan warga untuk makan sahur. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian para remaja terhadap masyarakat di lingkungan mereka. Dengan membawa peralatan sederhana seperti musik portable, speaker aktif, gitar, serta beberapa alat perkusi seadanya, para remaja berkeliling kampung sambil bernyanyi dan membunyikan irama musik yang ceria namun tetap santun.

Menurut laporan dari Syamsuddin, yang merupakan perwakilan RT di wilayah RW.06 Ujung Labbu, kegiatan ini sudah berjalan beberapa hari selama bulan Ramadan dan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, anak-anak remaja di wilayah Lost Pangngi ini kembali menunjukkan semangat yang luar biasa. Mereka setiap malam atau dini hari berkeliling kampung membangunkan warga untuk sahur dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai orang tua di wilayah RW.06,” ungkap Syamsuddin.

Dini hari itu, sekitar pukul 02.30 WITA, para remaja mulai berkumpul di salah satu titik kumpul di kawasan Lost Pangngi. Mereka tampak membawa berbagai peralatan musik sederhana yang telah disiapkan sebelumnya. Ada yang membawa gitar, ada yang menyiapkan speaker portable dengan baterai, bahkan ada pula yang membawa ember bekas yang dijadikan sebagai alat perkusi untuk menambah irama musik.

Dengan penuh semangat, mereka kemudian memulai perjalanan berkeliling wilayah RW.06 Ujung Labbu. Lagu-lagu yang mereka nyanyikan pun beragam, mulai dari lagu religi, lagu-lagu penyemangat Ramadan, hingga beberapa lagu daerah yang membuat suasana semakin meriah.

Di sela-sela lagu, mereka juga tak lupa menyerukan ajakan kepada warga dengan suara lantang namun penuh kehangatan.

“Bangun sahur… bangun sahur… waktunya makan sahur…,” seru salah seorang remaja sambil tersenyum.

Suara musik yang menggema di lorong-lorong kampung perlahan mulai membangunkan warga. Lampu rumah satu per satu mulai menyala, menandakan bahwa masyarakat mulai bangun untuk mempersiapkan sahur bersama keluarga.

Bagi sebagian warga, kegiatan seperti ini mengingatkan mereka pada tradisi lama yang dahulu sering dilakukan masyarakat sebelum teknologi alarm atau telepon genggam menjadi hal yang umum.

Salah seorang warga, Ibu Rahmawati, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan Sahur On The Road yang dilakukan para remaja di wilayahnya.

“Ini sangat bagus sekali. Selain membantu membangunkan warga untuk sahur, kegiatan ini juga membuat suasana Ramadan terasa lebih hidup. Anak-anak muda jadi punya kegiatan positif,” ujarnya.

Menurutnya, suara musik dan nyanyian para remaja tersebut justru membuat warga merasa lebih semangat menjalani ibadah puasa.

Hal senada juga disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dalam beberapa kesempatan, para orang tua di wilayah RW.06 juga turut memberikan dukungan kepada para remaja tersebut. Ada yang menyediakan minuman hangat setelah mereka selesai berkeliling, ada pula yang sesekali memberikan makanan ringan sebagai bentuk apresiasi.

Bagi para remaja sendiri, kegiatan Sahur On The Road ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus penuh makna.

Salah seorang remaja yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa mereka melakukan ini secara sukarela sebagai bentuk kebersamaan di bulan Ramadan.

“Kami hanya ingin membuat suasana Ramadan lebih ramai dan menyenangkan. Selain itu, kami juga ingin membantu membangunkan warga supaya tidak terlambat sahur,” ujarnya.

Meskipun peralatan yang digunakan sangat sederhana, semangat yang ditunjukkan para remaja tersebut benar-benar luar biasa. Mereka tidak memikirkan rasa lelah atau kantuk, karena bagi mereka kegiatan ini justru menjadi momen kebersamaan yang sulit dilupakan.

Setiap lorong yang mereka lewati dipenuhi dengan tawa, nyanyian, dan irama musik yang sederhana namun penuh keceriaan. Bahkan sesekali mereka berhenti sejenak untuk berinteraksi dengan warga yang keluar rumah sambil tersenyum menyambut mereka.

Di beberapa titik, para remaja juga menyanyikan lagu-lagu religi yang mengingatkan warga akan pentingnya menjalani bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan.

Kegiatan Sahur On The Road ini biasanya berlangsung hingga sekitar pukul 04.00 WITA, atau menjelang waktu imsak. Setelah itu, para remaja kembali ke titik kumpul untuk beristirahat dan bersiap melaksanakan sahur bersama keluarga masing-masing.

Syamsuddin berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilestarikan oleh generasi muda di wilayah Ujung Labbu.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, selama tetap menjaga ketertiban dan menghormati warga. Ini adalah contoh bahwa anak-anak muda kita sebenarnya memiliki banyak potensi positif,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk melakukan hal yang sama, yakni menghadirkan aktivitas Ramadan yang kreatif dan penuh nilai kebersamaan.

Di tengah berbagai tantangan zaman modern yang seringkali membuat generasi muda sibuk dengan dunia digital, kehadiran kegiatan seperti Sahur On The Road di RW.06 Ujung Labbu menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih tetap hidup di tengah masyarakat.

Bulan Ramadan memang selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, bulan suci ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antar sesama.

Apa yang dilakukan para remaja di Lost Pangngi, RW.06 Ujung Labbu ini adalah contoh nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian masih terus terjaga di tengah masyarakat.

Dengan semangat yang mereka tunjukkan, para remaja ini bukan hanya membangunkan warga untuk sahur, tetapi juga membangunkan semangat kebersamaan di lingkungan mereka.

Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut tidak hanya di tahun ini, tetapi juga di tahun-tahun mendatang, sehingga tradisi kebersamaan di bulan Ramadan tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Ujung Labbu.

Dan di setiap dini hari Ramadan, ketika suara musik portable dan nyanyian para remaja kembali menggema di lorong-lorong Lost Pangngi, masyarakat tahu bahwa ada semangat kebersamaan yang sedang bergerak—sebuah semangat yang sederhana namun penuh makna, yang lahir dari hati para generasi muda untuk kampung halaman mereka.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Kelurahan Lembang

Kecamatan Bantaeng

Kabupaten Bantaeng

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia