
Invalid Date
Dilihat 189 kali

Dalam semangat Bantaeng Bangkit, UPT Puskesmas Lasepang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai bentuk upaya pencegahan dini, Puskesmas Lasepang melaksanakan kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan Larvasidasi DBD pada Sabtu, 31 Januari 2026, yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni Lingkungan Biringkassi’ Kelurahan Lembang dan Lingkungan Tama’leangnge Kelurahan Lembang.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memutus mata rantai penularan DBD sejak dari sumbernya, mengingat musim hujan yang tengah berlangsung berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab demam berdarah. Genangan air akibat curah hujan yang tinggi kerap menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak, sehingga diperlukan kewaspadaan dan tindakan preventif yang berkesinambungan.
Pelaksanaan PJB dan larvasidasi ini dilakukan langsung oleh petugas kesehatan lingkungan dan petugas program DBD UPT Puskesmas Lasepang, yakni Risnawati Ilyas, St. Marwah, dan Sunarti. Para petugas menyusuri rumah-rumah warga serta lingkungan sekitar untuk memeriksa tempat-tempat penampungan air, baik yang berada di dalam maupun di luar rumah, seperti bak mandi, ember, drum, tempayan, dan wadah lainnya yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.
Dari hasil pemantauan lapangan, petugas menemukan dua sampan yang positif terdapat jentik nyamuk. Temuan tersebut menjadi indikator adanya potensi risiko penularan DBD di wilayah tersebut. Menindaklanjuti hal itu, petugas segera melakukan tindakan larvasidasi dengan pemberian larvasida sesuai standar, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan rutin memantau tempat penampungan air.
Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan ini. Petugas mengimbau warga agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, tidak membiarkan air tergenang, serta rutin membersihkan dan menguras tempat penampungan air minimal satu kali dalam seminggu. Kesadaran dan peran aktif masyarakat dinilai sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan DBD.
Kepala UPT Puskesmas Lasepang, Akbar Arfa, SKM., MM, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan PJB dan larvasidasi merupakan langkah nyata dan efektif untuk mengendalikan DBD sejak dari hulunya. Menurutnya, pencegahan merupakan kunci utama dalam menekan angka kejadian demam berdarah di masyarakat.
“Pemantauan jentik ini sangat penting untuk memastikan lingkungan tetap aman dari perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Dengan semangat Bantaeng Bangkit, kami ingin masyarakat lebih waspada dan terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai benteng utama pencegahan DBD,” ujar Akbar Arfa.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan PJB memiliki peran strategis dalam meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah kerja Puskesmas Lasepang. ABJ yang tinggi menjadi salah satu indikator keberhasilan pengendalian vektor DBD dan mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Deteksi dini jentik memberi kita kesempatan untuk melakukan tindakan cepat sebelum muncul kasus DBD. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan dan terencana,” tambahnya.
Lebih lanjut, melalui kegiatan ini Puskesmas Lasepang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk secara konsisten menerapkan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah “Plus” mencakup berbagai upaya tambahan, seperti menaburkan larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian yang dapat menjadi tempat istirahat nyamuk.
Kolaborasi antara petugas kesehatan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari jentik nyamuk. Puskesmas Lasepang berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat dan upaya pencegahan DBD dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Kegiatan PJB dan larvasidasi ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing melalui gerakan Bantaeng Bangkit. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat serta pembangunan daerah secara keseluruhan.
Dengan adanya kegiatan ini, UPT Puskesmas Lasepang optimis bahwa wilayah Kelurahan Lembang, khususnya di Lingkungan Biringkassi’ dan Tama’leangnge, dapat terjaga dari ancaman penyakit DBD. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program pengendalian penyakit berbasis lingkungan.
Melalui sinergi yang kuat antara petugas kesehatan, pemerintah setempat, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan DBD dapat berjalan optimal. Bersama-sama, masyarakat Kelurahan Lembang diharapkan mampu bangkit melawan DBD dan mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas jentik, sebagai wujud nyata dari semangat Bantaeng Bangkit.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini