
Invalid Date
Dilihat 237 kali

Minggu, 22 Maret 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat di Jalan Sungai Bialo, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih terasa hangat dan kental dengan nuansa kebersamaan. Di banyak rumah, hidangan khas lebaran seperti buras dan ketupat masih tersaji di meja, menjadi simbol keberkahan dan kebahagiaan yang belum usai dirayakan.
Namun, di tengah suasana santai hari kedua lebaran, ada sosok yang memilih untuk tetap bergerak, berkarya, dan mengabdi bagi masyarakat. Ia adalah Ketua RW Sungai Bialo, Syamsir Ahmad, yang kembali menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tanpa menunda waktu, ia langsung “gaspol” melanjutkan aktivitasnya membuat dan mengelas tiang lampu di rumahnya.
Bagi sebagian orang, hari kedua lebaran adalah waktu untuk beristirahat setelah melewati kesibukan Ramadan dan hari pertama Idul Fitri. Namun berbeda dengan Syamsir Ahmad. Baginya, momen lebaran justru menjadi waktu yang tepat untuk terus berbagi manfaat, bukan hanya melalui silaturahmi, tetapi juga lewat kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di halaman rumahnya, tampak berbagai peralatan las dan bahan-bahan besi yang telah disiapkan. Dengan penuh semangat, ia merakit dan mengelas tiang lampu yang nantinya akan dipasang di titik-titik yang membutuhkan penerangan jalan di wilayahnya. Keringat yang mengalir tidak mengurangi semangatnya, justru menjadi bukti nyata komitmennya dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Penerangan jalan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di kawasan pemukiman. Dengan adanya lampu jalan yang memadai, aktivitas warga di malam hari menjadi lebih aman, risiko kecelakaan dapat diminimalisir, dan potensi gangguan keamanan pun dapat ditekan. Hal inilah yang menjadi motivasi utama Syamsir Ahmad untuk terus berupaya menghadirkan fasilitas tersebut secara mandiri.
Menariknya, kegiatan ini dilakukan secara swadaya, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada serta dukungan dari masyarakat sekitar. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia benar-benar terlihat dalam setiap prosesnya. Warga turut memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga, ide, maupun doa agar upaya ini berjalan lancar.
Syamsir Ahmad dikenal sebagai sosok yang sederhana namun penuh inisiatif. Ia tidak menunggu bantuan datang, melainkan mengambil langkah terlebih dahulu demi kepentingan bersama. Baginya, menjadi Ketua RW bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.
“Selagi masih bisa berbuat, kenapa harus menunggu?” kira-kira itulah prinsip yang ia pegang. Di tengah suasana lebaran yang identik dengan kebahagiaan, ia memilih untuk menebarkan kebahagiaan dengan cara yang berbeda—melalui kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di Jalan Sungai Bialo sendiri, masih terdapat beberapa titik yang minim penerangan. Kondisi ini tentu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang beraktivitas di malam hari. Dengan adanya inisiatif dari Ketua RW, diharapkan permasalahan tersebut dapat segera teratasi secara bertahap.
Kehadiran lampu jalan nantinya bukan hanya sekadar penerang, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan warga. Setiap tiang lampu yang berdiri akan menjadi saksi bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu program besar, tetapi bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan niat tulus.
Suasana lebaran di rumah Syamsir Ahmad pun tetap terasa hangat. Di sela-sela kesibukannya mengelas, ia masih menyempatkan diri menyambut tamu yang datang bersilaturahmi. Hidangan buras dan ketupat yang masih tersedia menjadi pelengkap kebersamaan tersebut. Canda dan tawa tetap mengalir, menunjukkan bahwa kerja dan silaturahmi dapat berjalan beriringan.
Apa yang dilakukan oleh Syamsir Ahmad menjadi contoh nyata bahwa semangat Idul Fitri tidak hanya berhenti pada ucapan saling memaafkan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata untuk kebaikan bersama. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang menjadi esensi lebaran benar-benar dihidupkan dalam tindakan sehari-hari.
Bagi masyarakat sekitar, sosok seperti ini tentu menjadi inspirasi. Tidak hanya memimpin, tetapi juga memberi teladan melalui perbuatan. Kehadirannya sebagai Ketua RW membawa energi positif yang mampu menggerakkan warga untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan.
Ke depan, diharapkan semakin banyak titik penerangan yang dapat terpasang di wilayah Jalan Sungai Bialo. Dengan demikian, lingkungan menjadi lebih terang, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. Upaya kecil yang dilakukan hari ini diyakini akan membawa dampak besar di masa mendatang.
Hari kedua lebaran pun menjadi lebih bermakna. Tidak hanya diisi dengan menikmati hidangan dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga diwarnai dengan semangat pengabdian yang tulus. Di tengah aroma ketupat dan buras yang masih tersisa, lahir sebuah cerita inspiratif tentang kepedulian seorang pemimpin lingkungan.
Apa yang dilakukan oleh Syamsir Ahmad mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak mengenal waktu. Bahkan di hari raya sekalipun, kesempatan untuk berbuat baik selalu terbuka lebar. Tinggal bagaimana kita memilih untuk memanfaatkannya.
Dengan semangat yang terus menyala, diharapkan langkah-langkah kecil seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah lingkungan tidak hanya ditentukan oleh program besar, tetapi juga oleh kepedulian dan aksi nyata dari setiap individu di dalamnya.
Hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah di Jalan Sungai Bialo pun menjadi saksi, bahwa di balik kesederhanaan, terdapat semangat luar biasa untuk membangun dan menerangi. Sebuah cahaya harapan yang tidak hanya berasal dari lampu jalan yang akan dipasang, tetapi juga dari hati yang tulus untuk mengabdi kepada sesama.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini