
Invalid Date
Dilihat 205 kali

Semangat pengabdian seolah tak pernah padam dalam diri Ketua RW Bialo, Ahmad Syamsir. Di tengah teriknya siang bolong bulan Ramadhan, saat sebagian orang memilih beristirahat untuk menjaga stamina puasa, beliau justru terlihat kembali turun langsung membeli perlengkapan penerangan jalan untuk wilayahnya di area Pasar Baru Bantaeng. Aksi nyata ini kembali menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal waktu, apalagi alasan.
Bulan Ramadhan identik dengan peningkatan aktivitas warga pada malam hari. Mulai dari ibadah tarawih, tadarus, hingga aktivitas ekonomi yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Kondisi tersebut menuntut kesiapan sarana dan prasarana, termasuk penerangan jalan umum (PJU), agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Ketua RW Bialo.
Tanpa banyak seremoni, Ahmad Syamsir bergerak cepat. Ia mendatangi toko perlengkapan listrik di kawasan Pasar Baru Bantaeng untuk membeli lampu, kabel, fitting, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Semua dilakukan demi memastikan titik-titik penerangan di wilayah RW Bialo tetap berfungsi optimal, terutama di jalur yang sering dilalui warga saat malam Ramadhan.
Beberapa warga yang melihat langsung aksi tersebut mengaku salut. Di bawah terik matahari, dengan kondisi sedang berpuasa, beliau tetap bersemangat memilih satu per satu perlengkapan yang dibutuhkan. Tidak sekadar membeli, ia juga memastikan kualitas barang agar tahan lama dan sesuai standar keamanan.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ungkapnya singkat kepada warga yang menyapa. Kalimat sederhana itu menggambarkan komitmennya sebagai pemimpin wilayah yang benar-benar hadir untuk masyarakat.
Wilayah RW Bialo memang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mulai dari kerja bakti rutin, pengawasan keamanan lingkungan, hingga respons cepat terhadap keluhan warga. Namun perhatian terhadap penerangan jalan menjadi salah satu fokus utama, karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Di bulan Ramadhan, kebutuhan akan penerangan semakin penting. Banyak anak-anak dan remaja yang pergi ke masjid selepas berbuka puasa, warga yang berbelanja kebutuhan sahur, hingga pedagang yang tetap beraktivitas di malam hari. Tanpa penerangan memadai, potensi risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan tentu bisa meningkat.
Langkah Ketua RW Bialo ini pun mendapat apresiasi dari Lurah Lembang, Dedy Anshari, S.Kom., MM. Menurutnya, apa yang dilakukan Ahmad Syamsir adalah contoh nyata kepemimpinan di tingkat akar rumput yang patut diteladani.
“Luar biasa memang RW Bialo. Di bulan puasa, saat orang lain mungkin memilih beristirahat, beliau justru bergerak memastikan wilayahnya tetap terang dan aman,” ujar Lurah Lembang dengan penuh bangga.
Ia menambahkan bahwa pembangunan dan kenyamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif para ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Ketika pemimpin wilayah memiliki kepedulian tinggi, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh warga.
Tak hanya membeli perlengkapan, Ahmad Syamsir juga berencana mengoordinasikan pemasangan bersama warga setempat. Semangat gotong royong tetap menjadi prinsip utama. Dengan melibatkan masyarakat, selain pekerjaan menjadi lebih ringan, rasa memiliki terhadap fasilitas umum pun semakin kuat.
Beberapa titik yang menjadi prioritas pemasangan antara lain gang-gang kecil yang minim penerangan, area sekitar tempat ibadah, serta jalur yang sering dilalui warga menuju pusat aktivitas. Semua dipetakan secara cermat berdasarkan laporan dan pengamatan langsung di lapangan.
Aksi ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, RW Bialo juga dikenal aktif dalam pembenahan lingkungan, termasuk pembersihan drainase dan pengawasan keamanan malam hari. Konsistensi inilah yang membuat wilayah tersebut sering disebut sebagai salah satu RW yang progresif dan responsif di Kelurahan Lembang.
Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, inisiatif seperti ini menjadi energi positif bagi pemerintahan kelurahan. Kepedulian dan kepekaan terhadap kebutuhan warga sering kali menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang nyaman dan harmonis.
Bagi warga Bialo, sosok Ahmad Syamsir bukan sekadar ketua RW, tetapi juga penggerak dan motivator. Ia memberi contoh bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan tindakan nyata, bukan hanya kata-kata. Terlebih di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan momentum memperbanyak amal kebaikan.
Semangatnya yang tak mengenal lelah di siang bolong menjadi inspirasi tersendiri. Panas terik matahari dan kondisi berpuasa tidak menyurutkan langkahnya. Justru Ramadhan dijadikan motivasi untuk meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan tulus. Membeli dan memasang lampu jalan mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi kenyamanan dan keselamatan warga.
Pemerintah Kelurahan Lembang berharap semangat seperti ini dapat terus tumbuh dan menular ke wilayah lain. Sinergi antara lurah, RT, RW, dan masyarakat adalah fondasi kuat dalam membangun lingkungan yang aman, terang, dan penuh kebersamaan.
Di bulan yang penuh berkah ini, apa yang dilakukan Ketua RW Bialo menjadi bukti bahwa pengabdian sejati tidak mengenal waktu. Siang bolong bukan alasan untuk berhenti, justru menjadi saksi kesungguhan dalam melayani.
Dan benar adanya, seperti yang disampaikan Lurah Lembang dengan bangga: “Luar biasa memang RW Bialo.” Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna atas dedikasi yang terus menyala demi masyarakat.
Bagikan:

Kelurahan Lembang
Kecamatan Bantaeng
Kabupaten Bantaeng
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini