Logo

Kelurahan Lembang

Kabupaten Bantaeng

Home

Portal Data Lembang

Inovasi Lembang

Biring kassi Online

Aplikasi Lembang

TP PKK Lembang

Facebook

Tangan-Tangan Ikhlas Bersihkan Selokan Demi Lingkungan Sehat

Tangan-Tangan Ikhlas Bersihkan Selokan Demi Lingkungan Sehat

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 318 kali

Tangan-Tangan Ikhlas Bersihkan Selokan Demi Lingkungan Sehat

Kegiatan Jumat Bersih kembali dilaksanakan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Namun, pelaksanaan kali ini menghadirkan tantangan tersendiri yang menguji kekompakan dan ketulusan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di tengah sempitnya saluran drainase dan tebalnya endapan lumpur bercampur sampah, sekop dan cangkul tak lagi mampu menjangkau dasar selokan. Ketika alat tak lagi memadai, tangan-tangan penuh kepedulianlah yang menjadi solusi.

Sejak pagi hari, warga telah berkumpul dengan membawa peralatan kebersihan. Awalnya, pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa warga menggunakan cangkul untuk mengeruk tanah yang mengendap di pinggir drainase, sementara yang lain menyapu dan mengumpulkan sampah di sepanjang jalan. Namun, ketika tiba pada bagian selokan yang sempit dan tertutup tumpukan kotoran padat, kendala mulai terasa.

Lebar selokan yang tidak seberapa membuat sekop tidak dapat masuk secara maksimal. Cangkul pun sulit digerakkan karena ruang yang terbatas. Endapan lumpur yang telah mengeras bercampur plastik, daun kering, dan sampah rumah tangga lainnya menutup hampir seluruh aliran air. Situasi ini tidak bisa dibiarkan, sebab jika tidak dibersihkan, genangan air saat hujan akan menjadi ancaman nyata bagi lingkungan sekitar.

Tanpa banyak keluhan, beberapa warga mengambil inisiatif. Mereka meletakkan alat-alat yang tak lagi efektif digunakan, lalu dengan penuh kesadaran mulai menggunakan tangan secara langsung untuk mengangkat kotoran dari dalam selokan. Dengan sarung tangan seadanya, bahkan ada yang hanya berbekal plastik pembungkus sebagai pelindung, mereka mengeruk lumpur dan sampah sedikit demi sedikit.

Tangan-tangan itu bergerak cepat, mengangkat campuran tanah basah, plastik, botol bekas, dan sampah organik yang sudah membusuk. Bau tak sedap sesekali tercium menyengat, namun tidak menyurutkan langkah. Setiap gumpalan kotoran yang berhasil diangkat langsung dimasukkan ke dalam gerobak yang telah disiapkan di pinggir jalan. Gerobak tersebut kemudian didorong menuju titik pengumpulan sampah untuk diangkut lebih lanjut.

Momen ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong bukan sekadar slogan. Ketika peralatan tidak mampu menjawab tantangan, ketulusan hati dan kepedulianlah yang mengambil alih peran. Tidak ada rasa jijik yang berlebihan, tidak ada saling menunggu. Semua bergerak bersama demi satu tujuan: lingkungan yang bersih dan sehat.

Beberapa warga lainnya membantu dengan menyiram air agar lumpur lebih mudah terangkat. Ada pula yang bertugas mengatur alur pengangkutan agar pekerjaan tetap tertib dan efisien. Kaum muda terlihat sigap membantu memindahkan isi gerobak yang sudah penuh, sementara warga yang lebih tua memberikan arahan dan semangat.

Pemandangan tersebut menyentuh hati. Di tengah kehidupan modern yang serba praktis, masih ada nilai luhur yang terjaga kuat: kebersamaan dan pengorbanan untuk kepentingan bersama. Tangan yang biasanya digunakan untuk bekerja di kantor, berdagang, atau beraktivitas sehari-hari, hari itu rela kotor demi lingkungan yang lebih baik.

Perlahan namun pasti, selokan yang sebelumnya tertutup total mulai menunjukkan aliran airnya kembali. Lumpur yang mengendap bertahun-tahun terangkat satu per satu. Air yang semula keruh dan tersumbat kini mulai mengalir lancar. Warga yang melihat perubahan tersebut tampak puas dan bangga atas hasil kerja keras mereka.

Kegiatan Jumat Bersih kali ini bukan hanya tentang membersihkan fisik lingkungan, tetapi juga membersihkan rasa acuh dan membangun kesadaran kolektif. Tantangan yang dihadapi justru memperkuat solidaritas antarwarga. Dari situ terlihat bahwa keterbatasan alat bukanlah penghalang jika semangat kebersamaan tetap menyala.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda yang ikut terlibat. Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Mereka menyaksikan langsung bagaimana orang tua dan tokoh masyarakat memberi contoh nyata melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Setelah beberapa jam bekerja, akhirnya seluruh titik selokan yang menjadi fokus pembersihan berhasil dibersihkan. Gerobak yang tadinya kosong kini telah beberapa kali bolak-balik mengangkut sampah. Warga kemudian merapikan kembali peralatan dan membersihkan diri. Meski lelah, senyum tetap menghiasi wajah mereka.

Kebersihan yang tercipta hari itu adalah hasil dari kerja keras, kekompakan, dan pengorbanan. Selokan yang bersih berarti risiko banjir berkurang, lingkungan menjadi lebih sehat, dan kenyamanan warga meningkat. Semua itu tercapai bukan karena alat yang canggih, tetapi karena kemauan yang kuat.

Jumat Bersih kali ini akan selalu dikenang sebagai momen ketika sekop dan cangkul tak mampu menjangkau, namun tangan-tangan penuh kepedulian menjadi jawaban. Dari selokan yang sempit, lahir pelajaran besar tentang arti kebersamaan. Dari lumpur yang diangkat dengan tangan, tumbuh kesadaran bahwa perubahan dimulai dari tindakan nyata.

Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Karena pada akhirnya, kebersihan lingkungan adalah cerminan dari kepedulian dan persatuan warganya. Dan hari itu, warga telah membuktikan bahwa dengan tangan sendiri pun, mereka mampu menciptakan perubahan yang berarti.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Kelurahan Lembang

Kecamatan Bantaeng

Kabupaten Bantaeng

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia