Logo

Kelurahan Lembang

Kabupaten Bantaeng

Home

Portal Data Lembang

Inovasi Lembang

Biring kassi Online

Aplikasi Lembang

TP PKK Lembang

Facebook

Usai Buka Puasa, Lurah Lembang Langsung Gaspol! Rapat Mendadak di SDN 17 Ujung Labbu Bahas Isu Panas Tiap Wilayah

Usai Buka Puasa, Lurah Lembang Langsung Gaspol! Rapat Mendadak di SDN 17 Ujung Labbu Bahas Isu Panas Tiap Wilayah

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 266 kali

Usai Buka Puasa, Lurah Lembang Langsung Gaspol! Rapat Mendadak di SDN 17 Ujung Labbu Bahas Isu Panas Tiap Wilayah

Suasana malam Senin, 2 Maret 2026, di kawasan SD Negeri 17 Ujung Labbu masih terasa hangat meski kegiatan buka puasa bersama telah usai. Setelah seluruh rangkaian acara ditutup dengan salat Magrib berjamaah, sebagian besar siswa dan tamu undangan mulai meninggalkan lokasi. Namun, di sudut lain halaman sekolah, lampu-lampu masih menyala terang. Di tempat itulah Lurah Lembang, Dedy Anshari, kembali mengumpulkan para Ketua RW dan RT untuk menggelar rapat internal membahas perkembangan serta berbagai persoalan di wilayah masing-masing.

Rapat kecil namun penuh makna itu berlangsung sederhana. Tanpa meja besar atau tata ruang formal, mereka duduk melingkar memanfaatkan kursi sekolah yang masih tersusun rapi. Suasana santai namun serius mencerminkan komitmen bersama dalam membangun Kelurahan Lembang agar semakin tertata dan harmonis.

Turut hadir dalam diskusi malam tersebut Ketua RW Ujung Labbu, Attar, bersama para RT di wilayahnya. Dari Sungai Bialo hadir Ketua RW beserta RT-nya, Adi. RW Biring Kassi, Rusli, SE, juga tampak aktif mengikuti pembahasan. Hadir pula RW Lamalaka, Hendara, serta RT BTN Arakeke, Andi Murni. Kebersamaan lintas wilayah ini menunjukkan bahwa koordinasi tidak hanya dilakukan pada forum resmi di kantor kelurahan, tetapi juga dapat berlangsung di mana saja selama semangatnya untuk kemajuan bersama.

Dalam pembukaannya, Lurah Lembang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para perangkat wilayah meski waktu telah menunjukkan malam hari. Menurutnya, momentum kebersamaan setelah ibadah adalah waktu yang baik untuk berdiskusi dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.

“Setelah kita berbuka dan salat berjamaah, semoga hati kita lebih lapang untuk membicarakan hal-hal penting demi kebaikan wilayah kita,” ujarnya dengan nada penuh keakraban.

Rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di lingkungan masing-masing RW dan RT. Salah satu poin utama yang disoroti adalah kebersihan lingkungan pascamusim hujan yang beberapa waktu terakhir menyebabkan genangan di titik-titik tertentu. Ketua RW Ujung Labbu, Attar, menyampaikan bahwa beberapa drainase memerlukan perhatian dan kerja bakti rutin agar aliran air tetap lancar.

Menanggapi hal itu, Lurah Lembang meminta agar setiap RT kembali mengaktifkan jadwal kerja bakti mingguan dengan melibatkan masyarakat secara maksimal. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga.

Dari wilayah Sungai Bialo, RW bersama RT Adi melaporkan perlunya perhatian terhadap penerangan jalan di beberapa lorong yang dinilai masih minim. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kerawanan pada malam hari. Lurah Lembang mencatat masukan tersebut dan berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi terbaik.

Sementara itu, RW Biring Kassi, Rusli, SE, menyampaikan perkembangan positif terkait partisipasi warga dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia menilai semangat gotong royong masyarakat mulai kembali tumbuh, terutama selama bulan Ramadan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap remaja agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif di luar jam belajar.

RW Lamalaka, Hendara, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya pendataan warga secara berkala, khususnya bagi pendatang baru. Menurutnya, data yang akurat sangat membantu dalam perencanaan program kelurahan serta memudahkan koordinasi apabila terjadi situasi darurat.

RT BTN Arakeke, Andi Murni, dalam kesempatan tersebut menyoroti perlunya peningkatan komunikasi antara warga dan aparat wilayah. Ia mengusulkan agar grup komunikasi berbasis digital dimanfaatkan lebih maksimal untuk menyampaikan informasi dan pengumuman penting secara cepat dan merata.

Diskusi berlangsung dinamis namun tetap dalam suasana kekeluargaan. Setiap perwakilan wilayah diberi kesempatan menyampaikan laporan singkat maupun usulan. Lurah Lembang mendengarkan dengan seksama, sesekali memberikan tanggapan dan arahan yang konstruktif.

Menurut Dedy Anshari, rapat informal seperti ini justru seringkali lebih efektif karena setiap peserta dapat berbicara dengan terbuka tanpa tekanan suasana formal. Ia menekankan bahwa keterbukaan dan komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Jangan menunggu masalah menjadi besar. Jika ada persoalan sekecil apa pun di wilayah, segera komunikasikan. Kita cari solusi bersama,” tegasnya.

Selain membahas infrastruktur dan ketertiban lingkungan, rapat tersebut juga menyinggung rencana kegiatan sosial selama bulan Ramadan, termasuk agenda safari Ramadan tingkat kelurahan dan rencana pembagian bantuan bagi warga kurang mampu. Para RW dan RT sepakat untuk bersinergi agar program tersebut tepat sasaran dan berjalan lancar.

Malam semakin larut, namun semangat diskusi tak surut. Lampu-lampu sekolah yang menerangi halaman menjadi saksi komitmen para pemimpin wilayah dalam mengemban amanah masyarakat. Tidak ada jarak antara lurah dan perangkatnya; semua duduk sejajar, menyatukan pikiran demi kemajuan bersama.

Menjelang akhir pertemuan, Lurah Lembang kembali mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan integritas. Ia berharap seluruh perangkat wilayah tetap solid dan mengedepankan pelayanan yang humanis kepada warga.

Rapat internal malam itu akhirnya ditutup dengan doa singkat agar segala rencana dan upaya yang telah dibahas dapat terlaksana dengan baik. Satu per satu peserta mulai beranjak meninggalkan halaman sekolah dengan perasaan lega dan penuh semangat baru.

Pertemuan sederhana di kawasan SD Negeri 17 Ujung Labbu tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditunjukkan dalam forum besar dan megah. Justru melalui diskusi kecil yang penuh keakraban, solusi-solusi nyata seringkali lahir.

Usai buka puasa dan salat Magrib berjamaah, kebersamaan tidak berhenti pada ibadah semata. Ia berlanjut dalam bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat. Malam itu, di bawah langit Lembang yang tenang, para pemimpin wilayah menunjukkan bahwa komitmen membangun daerah adalah tugas yang dijalankan dengan hati, bukan sekadar jabatan.

Semoga semangat koordinasi dan kebersamaan yang terbangun pada malam 2 Maret 2026 tersebut terus terjaga, menjadi fondasi kuat bagi Kelurahan Lembang dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan komunikasi yang baik, kerja sama yang solid, dan niat tulus melayani masyarakat, cita-cita menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Kelurahan Lembang

Kecamatan Bantaeng

Kabupaten Bantaeng

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia